Lapas Banjarmasin Bekali Warga Binaan Keterampilan Usaha Lewat Budidaya Ayam, Lele dan Lobster

BANJARMASIN, KALSELUPDATE.ID – Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus memperkuat program pembinaan kemandirian dengan membekali warga binaan keterampilan di bidang peternakan dan perikanan.

Melalui program tersebut, para warga binaan tidak hanya terlibat dalam produksi pangan, tetapi juga belajar mengelola usaha yang dapat menjadi modal saat kembali ke masyarakat.

Program itu dijalankan melalui pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang kini mencakup budidaya ayam petelur, ikan lele, hingga lobster air tawar jenis Red Claw.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan pembinaan berbasis ketahanan pangan dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata kepada warga binaan.

“Kami terus mengembangkan berbagai sektor budidaya yang tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga memberikan keterampilan dan pengalaman kerja bagi warga binaan,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Sebagai bagian dari pengembangan program, Lapas Banjarmasin menambah 24 ekor ayam petelur di SAE 2 sehingga total populasi ayam yang dibudidayakan kini mencapai lebih dari 120 ekor.

Selain itu, sebanyak 3.000 bibit ikan lele ditebar ke kolam bioflok guna meningkatkan kapasitas produksi sektor perikanan yang telah berjalan selama ini.

Lapas Banjarmasin juga mulai mengembangkan komoditas baru berupa lobster air tawar Red Claw dengan menebar 80 ekor lobster sebagai tahap awal budidaya.

Menurut Akhmad, diversifikasi usaha tersebut dilakukan untuk memperluas keterampilan warga binaan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Kami mencoba merambah bidang baru melalui budidaya lobster air tawar Red Claw. Harapannya program ini dapat berkembang dengan baik dan memberikan hasil yang optimal,” katanya.

Selain fokus pada produksi, pihak lapas juga berencana meningkatkan kemandirian program dengan membangun kandang ayam secara mandiri menggunakan sumber daya yang tersedia.

Baca Juga  Ditlantas Polda Kalsel Ajarkan Tertib Lalu Lintas ke Siswa SDIT Ukhuwah Banjarmasin

Program pembinaan tersebut mendapat respons positif dari warga binaan yang terlibat langsung dalam kegiatan sehari-hari. Mereka memperoleh pengalaman praktik mulai dari perawatan ternak, pemberian pakan, hingga pengelolaan usaha sederhana.

Melalui pengembangan berbagai sektor budidaya tersebut, Lapas Banjarmasin berharap proses pembinaan tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menciptakan keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah menyelesaikan masa hukuman.

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

terpopuler