BALANGAN, Kalselupdate.id – Kenaikan harga karet dalam beberapa bulan terakhir mulai membawa angin segar bagi petani di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Setelah sempat anjlok hingga Rp5.000 per kilogram, harga getah karet atau lum kini kembali menguat dan mampu menembus kisaran Rp12.000 hingga Rp14.000 per kilogram.
Kondisi tersebut dirasakan Kamarudin, warga Desa Pulantan, Kecamatan Awayan, yang sehari-hari menggantungkan sebagian penghasilannya dari menyadap karet.
Ia mengaku bersyukur karena harga karet saat ini jauh lebih baik dibanding dua tahun terakhir.
“Terakhir saya menjual getah karet mencapai lima kilogram, uangnya Rp60.000. Artinya harga beli karet tersebut berkisar Rp12.000,” kata Kamarudin, Minggu.
Menurut Kamarudin, harga karet sangat bergantung pada kualitas dan kadar air. Getah yang lebih kering biasanya dihargai lebih tinggi oleh pengepul.
Jika karet dipanen setelah satu minggu dan kondisinya lebih kering, harga bisa mencapai Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut cukup membantu petani kecil seperti dirinya. Meski hanya memiliki sekitar 150 batang pohon karet produktif, Kamarudin mengaku pendapatan dari kebun karet tetap menjadi penopang kebutuhan harian keluarga.
“Saya tetap bersyukur karena harga karet naik dan kebutuhan ekonomi terpenuhi,” ujarnya.
Namun, pekerjaan menyadap karet tetap sangat bergantung pada cuaca.
Saat musim hujan, petani sering tidak bisa menyadap karena batang karet basah. Bahkan getah yang sudah disadap sehari sebelumnya pun sulit dipanen karena belum mengering dengan baik.
Kamarudin biasanya menjual karet setiap tiga hari setelah disadap. Namun sebagian petani memilih menunggu hingga satu minggu agar kadar air berkurang dan harga jual lebih tinggi.
Sementara itu, pengepul karet di Desa Pulantan, Gamsani, mengatakan harga beli dari petani memang bervariasi tergantung kualitas karet.
Setelah membeli dari petani, ia biasanya kembali mengeringkan karet sebelum dijual ke pabrik.
“Biasanya saya menjual seminggu kemudian setelah saya beli dari petani atau dikumpulkan hingga dua ton,” katanya.
Gamsani menyebut harga karet mulai menunjukkan kenaikan dalam empat bulan terakhir.
Bahkan, harga jual ke pabrik sempat berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram.
Menurutnya, harga tersebut menjadi yang tertinggi selama 14 tahun dirinya menjalani pekerjaan sebagai pengepul karet.
