PT SBS Klaim Ada Kelebihan Bayar Rp2 Miliar di Proyek Sekolah Rakyat Banjarbaru

BANJARBARU, Kalselupdate.id – Polemik yang muncul di proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Banjarbaru mulai mendapat tanggapan dari pihak kontraktor utama. Setelah sebelumnya sejumlah pekerja menyuarakan protes terkait hak mereka, PT SBS akhirnya memberikan penjelasan terkait kondisi yang terjadi di lapangan.
Komisaris PT SBS, Willy Subagyo, mengatakan pihak perusahaan telah menjalankan kewajiban pembayaran kepada subkontraktor yang menangani pekerjaan proyek.
PT SBS diketahui menggunakan PT Ajisaka sebagai subkontraktor pembangunan Sekolah Rakyat di dua lokasi, yakni Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan Lampung.
“Posisi memang perhitungan sementara sepihak dari kami, karena kami masih menunggu konfirmasi dari tempatnya Ajisaka yaitu senilai Rp2 miliar kelebihan kami bayar,” ujar Willy saat ditemui di lokasi proyek, Sabtu (23/5/2026).
Ia mengungkapkan persoalan serupa juga disebut terjadi pada proyek lain yang dikerjakan bersama subkontraktor tersebut.
Menurutnya, pada pekerjaan di Lampung terdapat kelebihan pembayaran yang nilainya mencapai sekitar Rp1 miliar.
“Sedangkan yang di Lampung itu kami ada lebih bayar senilai Rp1 miliar,” katanya.
Willy menjelaskan pihaknya tidak dapat mengambil keputusan secara sepihak tanpa melibatkan subkontraktor terkait, termasuk menyangkut persoalan hak para pekerja yang belakangan dipersoalkan.
Namun demikian, PT SBS memastikan proyek Sekolah Rakyat Banjarbaru tetap akan dilanjutkan hingga selesai.
“Memang ada sedikit kendala ya, terus terang kendalanya salah satunya dikarenakan dari Ajisaka tersebut. Karena sesuai dengan perjanjian, mereka harusnya mempercepat terkait dengan progres, tapi semakin lama progresnya akan terhenti,” jelasnya.
Sebagai langkah lanjutan, perusahaan menyebut telah mengambil keputusan untuk mengesampingkan sementara perhitungan kerja sama sebelumnya dengan pihak subkontraktor.
PT SBS juga menyatakan akan melakukan mekanisme kerja baru guna memastikan kelanjutan pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai target.
“Kami melakukan action untuk melakukan perjanjian baru, jadi kira-kira perjanjian kami dengan PT Ajisaka terkait dengan pelaksana pembangunan projek sekolah rakyat ini kami kesampingkan dulu,” pungkas Willy.






