kalselupdate.id — Sebanyak empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan anak buah kapal (ABK) MT Honour-25 telah tiba dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa (6/10/2026). Kepulangan mereka menjadi momen mengharukan setelah sempat mengalami masa penyanderaan oleh kelompok perompak di perairan sekitar Hafun, Somalia, sejak April 2026 lalu. Suasana di bandara dipenuhi isak tangis keluarga yang telah menanti kepulangan para kru yang sempat terpisah selama berbulan-bulan akibat aksi pembajakan tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ashari Samadikun, kapten kapal yang memimpin para kru selama masa penyanderaan, tampak emosional saat menginjakkan kaki kembali di tanah air. Dalam keterangannya, ia menyampaikan rasa duka yang mendalam karena tidak semua anggota kru kapal dapat kembali dengan selamat dalam peristiwa tersebut. Diketahui bahwa dari total 17 ABK MT Honour-25 yang disandera, lima orang di antaranya yang merupakan warga negara asing dinyatakan meninggal dunia akibat insiden tersebut.

“Saya selaku kapten, memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal. Saya tidak bisa menepati janji saya membawa semua kru saya dengan keadaan selamat,” ujar Ashari Samadikun.

Dalam kesempatan tersebut, Ashari juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah Indonesia dalam memberikan dukungan selama proses negosiasi berlangsung. Ia menceritakan bahwa sejak hari pertama mendapatkan akses komunikasi di luar kapal, langkah pertama yang ia lakukan adalah segera menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi. Koordinasi yang intensif tersebut dinilai menjadi faktor krusial dalam proses pembebasan keempat WNI yang kini telah kembali ke keluarga masing-masing.

Proses penyanderaan yang berlangsung selama berbulan-bulan sejak 21 April 2026 itu menyisakan trauma bagi para penyintas. Saat kedatangan mereka di bandara pada pukul 18.42 WIB, pihak keluarga terlihat menyambut dengan pelukan erat, bahkan terdapat salah satu keluarga yang pingsan karena terharu melihat kepulangan anggota keluarganya. Salah seorang kru kapal juga terlihat harus menggunakan kursi roda saat turun dari pesawat, menunjukkan kondisi fisik yang masih membutuhkan pemulihan setelah melalui masa sulit di bawah tekanan perompak.

Keempat WNI yang berhasil dipulangkan tersebut memiliki latar belakang daerah asal yang berbeda. Ashari Samadikun diketahui berasal dari Kabupaten Gowa, sementara rekannya yang lain adalah Adi Faizal selaku 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Wahudinanto sebagai Chief Officer asal Pemalang, dan Fiki Mutakin dari Bogor. Kepulangan mereka menandai berakhirnya operasi penyelamatan panjang yang melibatkan diplomasi intensif antara pemerintah Indonesia dengan pihak-pihak terkait di wilayah Somalia guna memastikan keselamatan seluruh WNI yang sempat berada dalam ancaman perompak.