Manajemen PAM Bandarmasih memastikan bahwa kualitas air di Kota Banjarmasin akan segera kembali tawar dan distribusi air asin bakal dihentikan dalam waktu dekat. Keputusan ini diambil menyusul hasil evaluasi terbaru terhadap kondisi air baku yang menunjukkan perkembangan positif setelah sempat mengalami defisit signifikan.
Sebelumnya, pada Minggu (27/9/2026), perusahaan sempat melaporkan ketersediaan air baku hanya mencapai 5.600 m³/jam, sementara kebutuhan normal mencapai 7.500 m³/jam. Kondisi defisit sebesar 1.900 m³/jam tersebut memaksa pihak pengelola menerapkan pola distribusi bergilir dan penurunan tekanan air di sejumlah wilayah yang terdampak intrusi air laut di Sungai Bilu.
“Air asin segera di stop. Hasil evaluasi hari ini, pada intinya air kembali ke tawar,” ujar Humas PAM Bandarmasih, Murjani, SE.
Meski telah memastikan perbaikan kualitas air, pihak PAM Bandarmasih belum merilis jadwal resmi terkait penghentian total distribusi air asin maupun normalisasi penuh ke seluruh pelanggan. Detail mengenai tahapan pemulihan layanan tersebut masih menunggu rilis resmi lanjutan dari manajemen.
Langkah pemulihan ini diharapkan dapat mengakhiri kesulitan warga di tiga kecamatan yang terdampak intrusi air laut selama masa distribusi terbatas. Selama kondisi darurat, warga terpaksa mengandalkan layanan air tawar gratis yang disediakan di enam titik pengambilan, termasuk di Kantor Utama A Yani, Booster S Parman, serta beberapa kantor kelurahan dan puskesmas setempat.
Manajemen menegaskan bahwa pola distribusi akan kembali dimaksimalkan guna memulihkan tekanan air ke seluruh pelanggan. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal media sosial dan layanan pelanggan PAM Bandarmasih untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai jadwal normalisasi air bersih di lingkungan mereka.


