Tim SAR Gabungan kembali menemukan dua jenazah di kawasan pesisir Sungai Rambai, Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kalimantan Tengah, pada Sabtu (26/9). Penemuan ini menambah jumlah korban yang berhasil dievakuasi di wilayah pesisir Seruyan menjadi total sembilan jenazah dalam rentang waktu 21 hingga 26 September 2026. Seluruh jenazah tersebut diduga berkaitan dengan insiden kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang sebelumnya dilaporkan mengalami musibah di perairan setempat.
Laporan mengenai penemuan dua jenazah baru ini diterima oleh tim SAR pada Sabtu pagi pukul 06.30 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, tim segera bergerak menuju lokasi yang berada di kawasan pesisir dengan medan yang sangat menantang. Tim SAR berhasil tiba di titik penemuan di Sungai Rambai pada pukul 09.00 WIB untuk melakukan prosedur evakuasi awal terhadap para korban.
Berdasarkan keterangan warga setempat, kedua jenazah sebenarnya telah ditemukan sejak Jumat (25/9). Namun, proses evakuasi terkendala oleh kondisi geografis yang sulit dijangkau, minimnya akses jalan darat yang memadai, serta ketiadaan jaringan komunikasi di sekitar lokasi penemuan. Sebelum kedatangan petugas, warga sempat berinisiatif memasukkan kedua jenazah ke dalam kantong jenazah guna menjaga kondisi fisik korban.
Proses evakuasi kemudian dilanjutkan secara gotong royong antara petugas dan masyarakat setempat mulai pukul 11.00 WIB. Mengingat lokasi yang tidak dapat ditembus oleh kendaraan roda empat, pemindahan jenazah dilakukan dengan menggunakan bantuan kendaraan roda dua untuk menembus medan yang berat menuju kawasan Sendurian, Desa Sungai Perlu. Upaya ini memakan waktu beberapa jam sebelum akhirnya mencapai titik transit pada pukul 15.00 WIB.
“Proses evakuasi dilakukan secara bersama-sama dengan memperhatikan kondisi medan dan keselamatan personel. Bantuan masyarakat di lokasi juga sangat berarti dalam membantu proses pemindahan kedua jenazah hingga dapat dibawa menuju titik yang bisa dijangkau kendaraan operasional,” ujar Kasat Polairud Polres Seruyan, AKP Djoko Poernomo.
Setelah berhasil mencapai kawasan Sendurian, kedua jenazah dipindahkan ke kendaraan operasional milik Basarnas untuk selanjutnya segera diberangkatkan menuju RS Bhayangkara Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di rumah sakit tersebut, pihak medis akan melakukan pemeriksaan mendalam serta proses identifikasi formal guna memastikan identitas masing-masing korban secara akurat.
AKP Djoko Poernomo menekankan bahwa tantangan utama dalam operasi pencarian dan evakuasi di pesisir Seruyan adalah medan yang ekstrem. Keterlibatan aktif warga setempat diakui sangat membantu mempercepat proses pemindahan korban dari lokasi yang terisolasi menuju titik evakuasi utama. Sinergi antara otoritas terkait dan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi kendala geografis di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan otoritas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai identitas pasti dari kesembilan jenazah yang ditemukan. Pemeriksaan lebih lanjut masih terus berlangsung di RS Bhayangkara untuk memastikan apakah seluruh korban tersebut memang merupakan penumpang atau awak KM Virgo Transport 8. Pihak berwenang berwenang meminta keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam insiden ini untuk bersabar menunggu hasil identifikasi resmi dari tim medis.


