Puluhan Perahu Bersandar di Desa Rampa, Nelayan Mengaku Biaya Melaut Masih Mencekik

Mei 13, 2026 at 11:29 AM GMT+8

KOTABARU, Kalselupdate.id – Aktivitas nelayan di pesisir Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru mendadak lesu. Puluhan perahu nelayan terlihat bersandar di dermaga kayu pada Selasa (12/5/2026).

Bukan karena cuaca buruk, kondisi tersebut dipicu tingginya biaya operasional melaut yang dinilai masih membebani para nelayan.

Salah seorang nelayan, Hamdani, mengaku kini lebih banyak menghabiskan waktu memperbaiki kapal dibanding mencari ikan di laut.

“Terpaksa mencari kesibukan Pak. Daripada hanya termenung di rumah tanpa hasil, lebih baik memperbaiki apa yang bisa diperbaiki di kapal ini,” ujarnya.

Pria yang telah puluhan tahun menjadi nelayan itu mengatakan, kondisi ekonomi saat ini membuat banyak nelayan memilih tidak melaut demi menghindari kerugian lebih besar.

Menurutnya, meski harga solar dikabarkan turun di kisaran Rp15 ribu hingga Rp18 ribu per liter, biaya tersebut masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan hasil tangkapan yang tidak menentu.

“Meski dibilang turun, perbekalan untuk sekali melaut itu tetap mencekik. Risikonya terlalu besar,” keluhnya.

Ia menilai penurunan harga BBM belum memberikan dampak signifikan bagi nelayan tradisional di Desa Rampa.

Pasalnya, selain bahan bakar, biaya kebutuhan melaut lainnya juga terus meningkat, sementara hasil tangkapan ikan tidak selalu sebanding dengan modal yang dikeluarkan.

“Kalau kita paksakan turun ke laut dengan modal besar sementara tangkapan minim, kita bukannya untung malah menumpuk utang,” katanya.

Kondisi tersebut membuat sejumlah kapal hanya terparkir di dermaga dan belum kembali beroperasi seperti biasanya.

Para nelayan berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat pesisir, khususnya terkait stabilitas harga BBM dan biaya operasional melaut.

“Kalau kapal cuma diperbaiki terus tapi tidak dipakai mencari ikan, ya lama-lama kami mau makan apa,” tegas Hamdani.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *