Hadiri Haul ke-15 Abah Anang Djazouly, Wabup Banjar Ajak Teladani Akhlak Ulama

Mei 11, 2026 at 8:19 AM GMT+8

BANJARMASIN, Kalselupdate.id – Ribuan jamaah memadati Komplek Pangeran Antasari, Martapura, Kabupaten Banjar, untuk menghadiri haul ke-15 ulama kharismatik Banjar, Tuan Guru Besar (alm) HM Jadzouly Fadhil atau yang akrab dikenal sebagai Abah Anang Djazouly, Sabtu malam (9/5/2026).

Suasana religius dan penuh kekhusyukan terasa sejak awal rangkaian acara. Jamaah dari berbagai daerah di Martapura dan sekitarnya mengikuti pembacaan Maulid Habsyi, zikir bersama, tahlil hingga doa untuk almarhum.

Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al Habsyi turut hadir bersama alim ulama, habaib, tokoh masyarakat, jajaran Pemkab Banjar serta para undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Banjar menyampaikan bahwa haul bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momentum untuk meneladani perjuangan dakwah dan akhlak mulia Abah Anang Djazouly.

“Abah Anang ulama besar Banjar yang memberikan banyak teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Beliau mengajarkan pentingnya ilmu, akhlak, dan kebersamaan tanpa membedakan status sosial,” ujar Said Idrus.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi keagamaan dan mempererat silaturahmi melalui kegiatan haul para ulama.

“Pemkab Banjar sangat mengapresiasi pelaksanaan haul ini karena selain mempererat ukhuwah Islamiyah, juga menjadi pengingat untuk meneruskan perjuangan para ulama dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis,” ucapnya.

Suasana semakin khusyuk ketika syair Ya Syaikh Samman dilantunkan bersama jamaah. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan zikir nasyid dan doa bersama untuk almarhum.

Abah Anang Djazouly dikenal sebagai salah satu ulama kharismatik Banjar yang memiliki kedalaman ilmu fiqih, tauhid, dan tasawuf. Sosok yang dikenal sebagai Al Arif Billah tersebut juga merupakan keturunan kelima Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary.

Semasa hidupnya, Abah Anang pernah menjabat sebagai Mufti Kesultanan Banjar dan dikenal luas dekat dengan masyarakat dari berbagai kalangan, baik di Kalimantan Selatan maupun luar daerah.

Abah Anang wafat pada Jumat, 14 Oktober 2011 dalam usia 74 tahun setelah sempat menjalani perawatan akibat sakit. Beliau dimakamkan di Komplek Pangeran Antasari Martapura yang hingga kini ramai diziarahi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *