Libatkan Tim Ahli ULM, Pemprov Kalsel Matangkan Pengelolaan Tugu Nol Kilometer

BANJARMASIN, Kalselupdate.id – Meski pembangunan fisiknya telah rampung, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan masih mematangkan konsep pengelolaan Tugu Nol Kilometer agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa menimbulkan persoalan baru.
Saat ini, Pemprov Kalsel tengah mengkaji sejumlah opsi pengelolaan, mulai dari melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga pihak ketiga melalui mekanisme lelang.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib mengatakan, persoalan utama yang masih menjadi perhatian adalah sistem pengelolaan fasilitas di kawasan tersebut.
Menurutnya, pembukaan kawasan tanpa konsep pengelolaan yang matang justru dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan fasilitas.
“Secara pekerjaan sudah selesai, tapi yang jadi problem itu masalah pengelolaannya. Takutnya kalau dibuka tanpa persiapan yang matang, barang-barang yang ada malah rusak karena kan ada lift juga, kalau tidak ada yang jaga ya gimana mengaturnya,” ujar Yasin usai rapat bersama Komisi III DPRD Kalsel, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, Pemprov Kalsel ingin memastikan pengelolaan dilakukan secara profesional agar fasilitas publik tersebut tetap terawat dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Selain Tugu Nol Kilometer, Pemprov juga menyiapkan pengelolaan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang berada di kawasan yang sama. Namun menurut Yasin, pengelolaan masjid dinilai lebih sederhana karena berfokus pada fungsi sosial dan ibadah.
Setelah pembangunan selesai, aset masjid nantinya akan diserahkan ke Bagian Umum Setda Kalsel. Meski demikian, Dinas PUPR masih akan bertanggung jawab dalam masa pemeliharaan selama satu tahun.
“Nanti kita koordinasikan kembali, karena rencananya kan mau PT Bangun Banua yang mengelola. Hari Senin kita rapat nanti konsepnya seperti apa, dengan mengundang tim ahli dari ULM,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama DPRD Kalsel sepakat agar Tugu Nol Kilometer dan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari segera diresmikan.
Kedua bangunan tersebut diharapkan bisa segera dimanfaatkan masyarakat sembari melengkapi sejumlah kekurangan yang masih ada di lapangan.






