Korban Banjir di Nagan Raya Tutup Jalan, Tuntut Bantuan Pascabencana Segera Direalisasikan

NAGAN RAYA, Kalselupdate.id – Ratusan warga korban banjir dari Gampong Kuta Trieng dan Gampong Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, menggelar aksi unjuk rasa dengan menutup akses jalan utama dua jalur, Senin (11/5/2026).
Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total dan memicu antrean kendaraan panjang dari dua arah perjalanan.
Penutupan jalan dilakukan sebagai bentuk protes warga terhadap penyaluran bantuan dan proses pemulihan pascabanjir yang dinilai belum merata sejak bencana besar melanda wilayah tersebut pada akhir 2025 lalu.
Meski berlangsung dengan penuh emosi, aksi warga tetap berjalan tertib di bawah pengamanan aparat gabungan dari kepolisian dan TNI.
Personel dari Polsek Darul Makmur bersama Koramil setempat diterjunkan untuk mengawal jalannya aksi agar situasi tetap kondusif.
Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat terlihat terpaksa berhenti di sepanjang jalan akibat blokade yang dilakukan massa aksi.
Dalam aksi tersebut, warga membawa spanduk berisi tuntutan pemerataan bantuan bagi korban banjir.
Juru bicara warga, Darmayanti Harahap, mengatakan hingga kini masih banyak warga terdampak yang belum menerima bantuan sosial maupun dukungan perbaikan rumah dari pemerintah daerah.
“Sampai hari ini, masih banyak keluarga yang terdampak bencana belum menerima bantuan sosial maupun dukungan untuk pemulihan rumah tempat tinggal dari pemerintah daerah,” ujarnya kepada awak media.
Ia menyebut masyarakat sudah terlalu lama menunggu kepastian dari pemerintah terkait bantuan pemulihan pascabanjir.
Menurutnya, pihak BPBD Nagan Raya dan Dinas Perkim sebelumnya sempat berjanji akan datang langsung ke desa warga, namun hingga kini belum terealisasi.
Warga juga menegaskan bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat banjir besar beberapa bulan lalu.
“Sudah genap enam bulan kami menanti, namun bantuan itu belum sampai ke tangan kami,” kata Darmayanti.
Setelah menyampaikan aspirasi, massa akhirnya membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.
Namun warga mengingatkan akan kembali melakukan aksi serupa apabila pemerintah daerah belum memberikan kejelasan terkait tuntutan mereka.






