kalselupdate.id — Tim nasional Indonesia berhasil memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menumbangkan Thailand lewat drama adu penalti yang menegangkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (5/10). Pertandingan final yang berlangsung sengit ini harus diselesaikan melalui babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak perpanjangan waktu berakhir.
Sejak peluit pertama dibunyikan, skuad Garuda langsung mengambil inisiatif menyerang dan mendominasi jalannya pertandingan pada babak pertama. Tim nasional Indonesia tercatat menguasai penguasaan bola hingga mencapai 65 persen, namun pertahanan rapat Thailand membuat sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol, sehingga babak pertama ditutup dengan skor kacamata 0-0.
Memasuki paruh kedua, tensi pertandingan semakin meningkat dengan aksi saling jual beli serangan dari kedua belah pihak. Momentum penting bagi Indonesia terjadi ketika Ole Romeny dijatuhkan oleh bek Thailand, Nicholas Mickelson, tepat di depan kotak penalti yang berujung pada kartu kuning kedua alias kartu merah untuk Mickelson.
Unggul jumlah pemain, Indonesia langsung memanfaatkan situasi tersebut melalui eksekusi tendangan bebas yang diambil oleh Dean James. Sepakan keras James berhasil menembus pagar betis pertahanan lawan dan sempat membentur kaki pemain pengganti Thailand, Iklas Sanron, yang membuat penjaga gawang salah mengantisipasi arah bola dan berbuah gol pembuka bagi Indonesia.
Namun, keunggulan satu gol tersebut tidak bertahan lama setelah barisan pertahanan Indonesia kehilangan konsentrasi menjelang akhir laga normal. Pada menit ke-87, Thailand berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Iklas Sanron yang memanfaatkan umpan lambung matang di tengah kelengahan lini belakang skuad Garuda.
Hingga wasit asal Uzbekistan meniup peluit panjang tanda berakhirnya waktu normal 90 menit, tidak ada gol tambahan yang tercipta dari kedua tim. Hasil imbang ini memaksa pertandingan final yang melelahkan ini harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu dua kali 15 menit untuk menentukan sang pemenang.
Di babak tambahan waktu kedua, tepatnya pada menit ke-111, Thailand mengejutkan publik tuan rumah dengan berbalik unggul 2-1 atas Indonesia. Gol tersebut dicetak oleh Peeradol Chamrasamee melalui skema serangan balik cepat yang mematikan, setelah memanfaatkan umpan silang akurat di dalam kotak penalti.
Tertinggal satu gol membuat para pemain Indonesia keluar menyerang habis-habisan guna menyamakan kedudukan di sisa waktu yang ada. Upaya tersebut membuahkan hasil manis pada menit ke-116 ketika bek jangkung Elkan Baggott berhasil menyambar bola liar di depan gawang menyusul kemelut tak terbendung di area penalti Thailand.
Tembakan keras Elkan Baggott sempat membentur mistar gawang terlebih dahulu sebelum akhirnya melewati garis gawang dan mengubah papan skor menjadi imbang 2-2. Skor sama kuat ini bertahan hingga babak perpanjangan waktu selesai sepenuhnya, sehingga pemenang turnamen harus ditentukan lewat drama adu penalti.
Dalam babak adu penalti yang krusial ini, Indonesia menunjukkan mental juara dengan memenangkan drama tos-tosan lewat skor akhir 4-2. Empat eksekutor penalti andalan Indonesia, yakni Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, sukses menjalankan tugas mereka dengan sangat tenang dan sempurna tanpa celah.
Sebaliknya, dua penendang dari kubu Thailand gagal menyarangkan bola ke dalam gawang kawalan Emil Audero. Eksekusi dari Yooyen Sarach membentur tiang gawang dengan keras, sementara tembakan penentu dari Nattapong Sayriya berhasil ditepis dengan gemilang oleh kiper Emil Audero untuk memastikan kemenangan bersejarah bagi Garuda.
Dalam laga final bersejarah ini, Indonesia menurunkan susunan pemain terbaiknya sejak menit awal pertandingan dengan formasi solid. Kiper Emil Audero dikawal oleh trio lini belakang yang diisi oleh Kevin Diks, Elkan Baggott, dan Justin Hubner untuk meredam agresivitas serangan para pemain Thailand.
Di sektor tengah dan sayap, Indonesia mengandalkan kreativitas Calvin Verdonk, Ragnar Oratmangoen, Joey Pelupessy, serta Thom Haye untuk mengalirkan bola. Sementara itu, lini serang dipercayakan kepada trio Ole Romeny, Mitchell Baker, dan Luke Vickery yang terus merepotkan barisan pertahanan lawan sepanjang laga berjalan.
Di kubu lawan, Thailand tampil dengan kekuatan penuh yang dikoordinasikan oleh penjaga gawang Saranon Anuin di bawah mistar gawang. Lini belakang mereka dikawal ketat oleh Suphanan Bureerat, Nattapong Sayriya, Kritsada Kaman, Manuel Bihr, serta Nicholas Mickelson yang harus keluar lapangan lebih cepat akibat kartu merah.
Sektor tengah Thailand diisi oleh nama-nama berpengalaman seperti Sarach Yooyen, Kakan Khamyok, dan gelandang lincah Chanathip Songkrasin. Untuk menggedor pertahanan Indonesia, Thailand mengandalkan duet penyerang Supachai Chaided dan Teerasak Poeiphimai yang terus mencari celah di lini belakang Garuda sepanjang pertandingan yang dramatis tersebut.


