kalselupdate.id — Sinergi Internasional Investama (SII) resmi mengucurkan dana sebesar Rp5 triliun kepada Era Media (DOOH) untuk mendanai aksi korporasi strategis melalui anak usahanya, Cakrawala Nexus Investama (CNI). Langkah pendanaan ini ditujukan untuk memuluskan rencana CNI dalam mengambil alih 29,88 persen saham milik Sinergi Inti Andalan (INET).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Transaksi akuisisi tersebut melibatkan pembelian 6,68 miliar lembar saham INET yang saat ini dikuasai oleh Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN). Nilai akuisisi ditetapkan sebesar Rp300 per lembar saham, dengan total nominal transaksi mencapai Rp2 triliun. Dana jumbo tersebut disediakan dalam bentuk pinjaman berdurasi 10 tahun sejak tanggal efektif perjanjian, dengan tingkat bunga sebesar 7,5 persen per tahun.

Manajemen menyatakan bahwa pemilihan Sinergi Internasional Investama sebagai penyedia pendanaan didasarkan pada dukungan penuh pemegang saham pengendali terhadap rencana ekspansi perseroan. Tingkat bunga yang ditetapkan pun dinilai wajar dan telah melalui kajian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toha Okay Heru & Rekan. Skema pinjaman tanpa jaminan kebendaan ini dinilai memberikan efisiensi finansial yang sulit didapatkan dari institusi pendanaan eksternal lainnya.

Tujuan utama dari aksi korporasi ini adalah memperkuat ekosistem teknologi perseroan yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Perseroan berencana membangun infrastruktur AI yang komprehensif, mencakup pusat data AI, koneksi internet kecepatan tinggi, jaringan serat optik, kabel bawah laut, serta pemanfaatan energi hijau melalui pembangkit listrik tenaga surya.

Seluruh bidang usaha tersebut dirancang untuk saling terintegrasi guna menciptakan sinergi operasional yang kuat. Langkah ini diharapkan mampu mendiversifikasi sumber pendapatan perusahaan yang selama ini dominan di sektor media luar ruang, sekaligus memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham melalui diversifikasi lini bisnis yang lebih modern.

Meski kesepakatan pendanaan telah disusun, rencana transaksi ini tetap memerlukan persetujuan dari para pemodal. Untuk mendapatkan legitimasi tersebut, pihak Era Media dijadwalkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 9 November 2026, pukul 14.00 WIB. Pertemuan tersebut menjadi agenda krusial bagi kelangsungan aksi korporasi di masa mendatang.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, integrasi infrastruktur digital ini diproyeksikan akan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar teknologi nasional. Selain memperluas pangsa pasar, penguatan ekosistem AI ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menghadapi tantangan digitalisasi industri yang semakin masif, sekaligus memperkokoh posisi keuangan perseroan secara berkelanjutan dalam satu dekade ke depan.