kalselupdate.id — Tim nasional sepak bola Indonesia berhasil merengkuh gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menumbangkan Thailand lewat drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (5/10) dini hari WIB. Kemenangan ini menyisakan kisah emosional yang mendalam bagi bek andalan skuad Garuda, Justin Hubner, yang menyebut turnamen edisi kali ini terasa sangat personal bagi dirinya dan keluarga di luar lapangan hijau.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Jalannya pertandingan final berlangsung sangat ketat sejak peluit pertama dibunyikan hingga waktu normal berakhir dengan skor imbang 1-1. Skuad asuhan John Herdman sebenarnya sempat membuka harapan setelah Dean James mencetak gol pembuka lewat eksekusi tendangan bebas ciamik pada menit ke-84, menyusul kartu merah yang diterima pemain Thailand, Mickelson. Namun, keunggulan tersebut sirna hanya tiga menit berselang ketika pemain Thailand, Iklas Sanron, menyamakan kedudukan lewat sontekan jarak dekat yang memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu.

Memasuki babak perpanjangan waktu, tensi pertandingan semakin memanas dan Thailand justru berbalik unggul pada menit ke-111 melalui sepakan mendatar Peeradol yang gagal diantisipasi pertahanan Indonesia. Dalam situasi krusial tersebut, mentalitas pantang menyerah ditunjukkan oleh anak-anak asuh John Herdman hingga akhirnya Elkan Baggott berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit ke-116 setelah tembakan kerasnya membentur mistar gawang dan memantul masuk ke dalam gawang Thailand.

Pada babak adu penalti yang menegangkan, ketangguhan mental para pemain Indonesia terbukti lebih unggul dengan kemenangan mutlak 4-2 atas tim gajah perang tersebut. Penjaga gawang Emil Audero tampil sebagai pahlawan setelah berhasil menepis salah satu tendangan penalti pemain Thailand, sementara satu eksekutor Thailand lainnya gagal mencetak gol karena bola membentur tiang gawang. Kemenangan ini langsung disambut gemuruh sorak-sorai puluhan ribu pendukung setia yang memadati tribun SUGBK.

Justin Hubner yang dipercaya mengawal lini pertahanan sejak menit awal menunjukkan performa yang sangat solid sepanjang turnamen berlangsung. Pemain berusia 23 tahun tersebut selalu menjadi pilihan utama pelatih John Herdman, bermain penuh di setiap pertandingan, serta memberikan kontribusi nyata dengan sumbangan satu gol dan satu assist penting selama gelaran FIFA ASEAN Cup 2026.

Di balik kesuksesan besar tersebut, Hubner mengungkapkan bahwa dirinya harus melewati tekanan psikologis yang sangat berat di luar pertandingan sepak bola. Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya setelah pertandingan usai, pemain bertahan yang dikenal lugas ini meluapkan seluruh emosi yang dipendamnya selama turnamen berlangsung demi melindungi keluarganya dari ancaman pihak luar.

“Turnamen ini sangat personal, bagi mereka yang melontarkan kebencian kepada istri, putri, dan keluarga saya, serta mengirimkan ancaman pembunuhan kepada mereka,” ungkap Justin Hubner.

Bek tangguh yang kerap dijuluki “El Preman” oleh para pendukung Timnas Indonesia ini menegaskan bahwa segala bentuk teror dan intimidasi tersebut justru berbalik menjadi bahan bakar motivasi baginya di atas lapangan. Hubner menyatakan bahwa tindakan tidak terpuji dari para pembenci tersebut merupakan kesalahan besar karena hanya akan memicu kemarahan positif dalam dirinya untuk membuktikan kualitas terbaik di lapangan.

“Inilah yang terjadi jika kalian membuat El Preman marah. Jadi, bagi siapa pun yang menjelek-jelekkan nama saya, kalian telah melakukan kesalahan besar dan justru memotivasi saya,” tegas Hubner.

Hubner menutup pesannya dengan penuh rasa percaya diri mengenai posisi dan level sepak bola Indonesia yang menurutnya kini sudah berada di atas negara-negara pesaing di kawasan Asia Tenggara. Ia meyakini bahwa trofi juara perdana ini merupakan pembuktian nyata atas mentalitas luar biasa dari seluruh elemen tim, sekaligus menegaskan status skuad Garuda sebagai kekuatan utama sepak bola di kawasan ASEAN saat ini.