kalselupdate.id — Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, menunjukkan aksi emosional saat merayakan keberhasilan meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (5/10/2026) malam. Di tengah euforia kemenangan, Romeny tertangkap kamera membawa jersey milik rekannya, Marselino Ferdinan, sebagai bentuk penghormatan di lapangan hijau.
Marselino Ferdinan sendiri terpaksa absen membela skuad Garuda dalam turnamen regional bergengsi tersebut. Gelandang muda berbakat ini harus menepi dari lapangan karena masih menjalani proses pemulihan cedera panjang, sehingga tidak dapat berkontribusi secara langsung dalam pertandingan final.
Keputusan Romeny untuk membawa kostum bertuliskan nama sahabatnya itu bukan tanpa alasan kuat. Ia menilai perjuangan serta kontribusi Marselino selama ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dalam perjalanan panjang Timnas Indonesia hingga akhirnya berhasil merengkuh trofi juara untuk pertama kalinya.
“Saya memikirkannya saat kami meraih gelar ini. Ini juga untuk Lino. Dia juga mewakili seluruh anak-anak di Indonesia, jadi saya sangat menyayanginya,” ujar Ole Romeny.
Ikatan emosional antara kedua pemain ini diketahui telah terbangun sejak mereka menjadi rekan satu tim di klub asal Inggris, Oxford United. Marselino lebih dulu bergabung dengan klub tersebut pada Agustus 2024, disusul oleh Romeny yang masuk ke skuad pada Januari 2025. Kebersamaan di level klub itulah yang memperkuat chemistry mereka saat tampil membela negara.
Kerja sama keduanya di lini serang Garuda pun pernah mencatatkan momen bersejarah bagi publik sepak bola tanah air. Marselino tercatat sebagai pemberi assist krusial bagi gol perdana Ole Romeny di SUGBK saat Indonesia menundukkan Bahrain dengan skor 1-0 dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga pada Maret 2025 silam.
Selain faktor teknis di lapangan, Romeny mengakui bahwa dukungan moral yang konsisten dari Marselino menjadi alasan utama dirinya menaruh rasa hormat yang mendalam. Menurut Romeny, rekannya tersebut selalu hadir memberikan bantuan dan semangat sejak hari pertama dirinya bergabung dengan tim nasional.
“Tentu saja saya harus mengingat saudara saya. Dia ada untuk saya sejak hari pertama. Jadi, ketika kami meraih gelar pertama ini, saya juga harus mengingat saudara saya,” tegas Ole Romeny.
Aksi ini pun mendapat apresiasi dari para pendukung tim nasional yang memadati stadion. Gestur yang dilakukan Romeny menegaskan bahwa persaudaraan di dalam skuad Garuda melampaui sekadar urusan permainan di atas lapangan, melainkan telah menjadi ikatan emosional yang solid bagi para pemain.
Keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 ini menjadi bukti nyata kekuatan kolektif tim asuhan pelatih kepala. Meskipun beberapa pemain kunci seperti Marselino harus absen, semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh para penggawa di lapangan menjadi kunci utama dalam memenangkan kompetisi sepak bola terbesar di kawasan Asia Tenggara tersebut.
Setelah perayaan ini, seluruh pemain akan segera kembali ke klub masing-masing untuk melanjutkan kompetisi domestik maupun internasional. Momen manis di SUGBK ini dipastikan akan terus dikenang sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia di kancah regional.


