Meski Cuaca Ekstrem, Stok 350 Ton Ikan di Banjarmasin Dipastikan Aman

BANJARMASIN, Kalselupdate.id — Cuaca ekstrem yang masih terjadi di sejumlah perairan Kalimantan Selatan mulai memengaruhi aktivitas nelayan dan hasil tangkapan laut. Meski demikian, ketersediaan ikan untuk masyarakat di Banjarmasin dipastikan tetap aman.
UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin mencatat stok ikan di Pelabuhan Banjar Raya saat ini mencapai sekitar 350 ton. Pasokan tersebut dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasar di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.
Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Ahmad Jaki, mengatakan distribusi ikan sejauh ini tetap berjalan karena ditopang pengiriman dari nelayan lokal dan pasokan luar daerah.
Menurutnya, selain hasil tangkapan nelayan dari kawasan Tabonio dan Jorong, tambahan suplai ikan juga didatangkan menggunakan truk pendingin dari Jawa Tengah dan Jakarta.
“Pasokan tambahan dari luar daerah dilakukan agar kebutuhan ikan masyarakat tetap terpenuhi meski cuaca kurang mendukung,” ujarnya, Kamis (7/5).
Ia menjelaskan, kapal yang beroperasi di Pelabuhan Banjar Raya didominasi kapal pengangkut ikan. Kapal berizin pusat mengambil hasil laut dari wilayah di atas 12 mil, sedangkan kapal berizin daerah beroperasi di perairan bawah 12 mil.
Jenis ikan yang saat ini mendominasi stok di pelabuhan di antaranya layang, tongkol, dan kembung.
Di tengah cuaca ekstrem, harga ikan di pelabuhan disebut masih relatif stabil. Ikan layang panjang dijual sekitar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, sementara ikan kembung berada di kisaran Rp40 ribu sampai Rp43 ribu per kilogram.
Selain ikan, hasil laut lain seperti udang dan cumi juga masih tersedia meski jumlahnya terbatas akibat menurunnya hasil tangkapan nelayan.
“Untuk udang indomanis saat ini sekitar Rp95 ribu per kilogram, sedangkan cumi berkisar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per kilogram,” kata Ahmad Jaki.
Pihak pelabuhan juga mengingatkan nelayan agar lebih waspada saat melaut selama cuaca buruk masih berlangsung.
Sebagai langkah antisipasi, pelabuhan menyediakan informasi cuaca BMKG secara realtime yang dapat dipantau sebelum kapal berangkat.
Selain itu, Surat Persetujuan Berlayar (SPB) tidak akan diterbitkan apabila kondisi cuaca dinilai membahayakan keselamatan nelayan dan awak kapal.


