kalselupdate.id — Keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) tengah diselimuti duka mendalam atas berpulangnya salah satu tokoh perempuan berpengaruh, Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid. Beliau mengembuskan napas terakhir di Jakarta pada Minggu (4/10/2026) malam. Almarhumah dikenal luas sebagai putri dari tokoh bangsa sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Chasbullah, yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan organisasi dan pengabdian umat.
Berita wafatnya ulama perempuan tersebut tersebar melalui pesan berantai di kalangan keluarga besar NU, alumni Pondok Pesantren Tambakberas, serta jaringan Muslimat NU di seluruh tanah air. Ucapan belasungkawa pun mengalir deras dari berbagai kalangan sebagai bentuk penghormatan atas kiprah dan dedikasi almarhumah selama hayatnya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan serta penguatan nilai-nilai keislaman di Indonesia.
“Innalillahi wainna ilaihi roojiun. Allahumaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fuanha. Telah berpulang ke Rahmatullah dengan tenang Ibu Nyai Hj. Mahcfudhoh Aly Ubaid binti KH. Abdul Wahab Chasbullah pada malam ini, Ahad, 4 Oktober 2026 di Jakarta,” tulis pesan duka yang beredar di kalangan Nahdliyin.
Lahir pada 12 Maret 1944, Nyai Machfudhoh merupakan sosok sentral dalam pergerakan perempuan Nahdliyin. Sepanjang hidupnya, ia dikenal aktif melanjutkan perjuangan sang ayah dalam mengasuh serta membina santri di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Dedikasinya terhadap pendidikan pesantren dan pengabdian di tengah masyarakat membuatnya dihormati sebagai otoritas keilmuan yang disegani.
Kiprahnya di kancah nasional terlihat melalui peran aktifnya di Pimpinan Pusat Muslimat NU selama puluhan tahun. Pengakuan atas keilmuan dan otoritasnya sebagai ulama perempuan juga tercermin saat ia dipercaya mengemban amanah sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2021-2026. Sebelumnya, ia juga pernah memberikan kontribusi pemikiran strategis sebagai anggota A’wan atau Dewan Pakar PBNU pada periode 2015-2021.
Almarhumah merupakan putri pertama dari empat bersaudara dari pasangan KH Wahab Chasbullah dan Nyai Sa’diyah. Jejak perjuangannya dalam mengelola organisasi perempuan Nahdlatul Ulama tidak lepas dari dukungan keluarga besarnya, termasuk adik-adiknya yakni Nyai Hisbiyah Rohim, Nyai Munjidah Wahab, KH Muhammad Hasib Wahab, dan KH M Roqib Wahab yang juga memiliki peran penting dalam lingkungan pesantren.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah almarhumah direncanakan akan dikebumikan di kompleks pemakaman keluarga Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin (5/10/2026). Prosesi pemakaman ini diharapkan dapat menjadi ajang penghormatan terakhir bagi para santri, alumni, serta tokoh Nahdliyin yang ingin melepas kepergian tokoh yang dikenal santun dan berdedikasi tinggi tersebut.
Kepergian Nyai Machfudhoh menyisakan kehilangan besar bagi dunia pendidikan Islam dan pergerakan perempuan di tanah air. Teladan yang ia tunjukkan, baik dalam kapasitasnya sebagai pengasuh pesantren maupun pemimpin di tingkat pusat, diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda Nahdliyin dalam menjaga dan mengembangkan warisan intelektual serta sosial yang telah dirintis oleh para pendiri Nahdlatul Ulama terdahulu.


