kalselupdate.id — Timnas Inggris tampil perkasa dengan melumat Kroasia tujuh gol tanpa balas dalam laga yang berlangsung di Rieka, Kroasia, pada Sabtu (3/10/2026) malam WIB. Kemenangan mutlak ini tidak hanya memperpanjang dominasi Inggris atas Kroasia sejak Piala Dunia 2018, tetapi juga mencatatkan sejarah kelam bagi tim tuan rumah. Hasil pertandingan tersebut secara resmi diakui sebagai kekalahan terbesar yang pernah dialami timnas Kroasia di hadapan pendukung mereka sendiri.
Pertandingan ini awalnya dijadwalkan berlangsung tanpa kehadiran penonton akibat sanksi dari otoritas sepak bola Eropa, UEFA, menyusul insiden kericuhan pada laga UEFA Nations League sebelumnya melawan Prancis. Namun, dalam kebijakan khusus, pihak otoritas memberikan izin bagi anak-anak sekolah untuk masuk ke stadion dengan didampingi oleh kontingen kecil pendukung tim tamu, sehingga atmosfer laga tetap terasa di Stadion Rieka.
Inggris membuka keunggulan melalui kapten mereka, Harry Kane, yang mencetak gol pada menit ke-8 setelah menerima umpan terobosan akurat dari Jude Bellingham. Keunggulan tersebut bertambah cepat melalui gol Bellingham pada menit ke-21, diikuti gol Anthony Gordon pada menit ke-39 yang memanfaatkan umpan silang Jarrel Quansah. Sebelum babak pertama berakhir, Bukayo Saka menambah keunggulan menjadi 4-0 lewat penyelesaian jarak dekat pada menit ke-45.
Dominasi skuad asuhan Thomas Tuchel terus berlanjut memasuki babak kedua. Harry Kane kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-53 setelah menuntaskan kerja sama tim yang apik. Inggris kemudian mencetak gol keenam melalui Bukayo Saka pada menit ke-68, memanfaatkan kesalahan antisipasi dari pemain bertahan Kroasia, Josep Stanisic, di area penalti sendiri.
Pesta gol Inggris ditutup oleh pemain pengganti, Morgan Rogers, pada menit ke-87. Rogers berhasil lolos dari jebakan offside dan dengan tenang melewati kiper Dominik Livakovic sebelum menceploskan bola ke gawang yang kosong. Kemenangan 7-0 ini menjadi refleksi nyata dari ketajaman lini serang Inggris yang mampu memanfaatkan setiap celah di pertahanan Kroasia sepanjang 90 menit pertandingan.
Di sisi lain, Kroasia terlihat tidak mampu mengimbangi intensitas permainan yang diterapkan tim tamu. Kesempatan emas sempat dimiliki oleh Mateo Kovacic untuk memperkecil ketertinggalan menjelang akhir babak pertama, namun tembakannya ke gawang yang sudah kosong justru melebar. Kegagalan tersebut menjadi gambaran frustrasi Kroasia dalam membangun serangan efektif melawan disiplin taktis Inggris.
Hasil ini sekaligus menjadi catatan evaluasi besar bagi tim tuan rumah dalam mengarungi kompetisi internasional. Dengan berakhirnya pertandingan, Inggris kini mencatatkan rekor lima laga tak terkalahkan melawan Kroasia. Sementara bagi tim tuan rumah, kekalahan telak ini memaksa mereka untuk segera melakukan perombakan besar di sektor pertahanan maupun pola permainan untuk laga-laga mendatang.
Susunan pemain Inggris dalam laga ini menampilkan Jordan Pickford di bawah mistar gawang, didukung oleh lini belakang yang diisi Jarell Quansah, Marc Guehi, Ezri Konsa, dan Lewis Hall. Di lini tengah, Alex Scott dan Elliot Anderson bekerja sama dengan Bukayo Saka, Jude Bellingham, dan Anthony Gordon untuk menyuplai bola kepada Harry Kane sebagai ujung tombak serangan. Pergantian pemain di babak kedua juga berjalan efektif dengan masuknya pemain seperti Rogers dan Eze yang tetap menjaga ritme serangan tim.
Bagi Kroasia, kekalahan ini tentu memberikan tekanan bagi para pemain senior dan staf kepelatihan. Dominik Livakovic yang menjaga gawang harus bekerja ekstra keras menghadapi gelombang serangan yang datang bertubi-tubi. Meski telah melakukan sejumlah pergantian pemain di awal babak kedua, perubahan strategi tersebut tidak mampu membendung efektivitas permainan yang diperagakan oleh Inggris hingga peluit akhir dibunyikan.


