Atasi Darurat Sampah, Pemko Banjarmasin Siapkan Pelajaran Khusus Pilah Sampah di Sekolah

BANJARMASIN, Kalselupdate.id – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai menyiapkan langkah serius menghadapi persoalan darurat sampah yang semakin mengkhawatirkan. Salah satu upaya yang disiapkan yakni memasukkan pembelajaran memilah sampah ke lingkungan sekolah.
Program tersebut dirancang untuk membangun kebiasaan baru sejak usia dini agar siswa terbiasa mengelola sampah dengan benar dan tidak lagi membuang sampah tanpa pemilahan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan, pendidikan pengelolaan sampah sudah saatnya menjadi perhatian serius di dunia pendidikan.
“Jadi seperti ekstrakurikuler. Nanti materinya dari DLH yang akan disampaikan kepada guru-guru di sekolah,” ujarnya.
Menurut Ryan, persoalan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat harus dimulai dari lingkungan sekolah.
Ia menilai selama ini sebagian besar sampah rumah tangga langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa proses pemilahan, sehingga menyebabkan residu sampah terus menumpuk.
Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin disebut masih mematangkan materi pembelajaran serta menyiapkan fasilitator untuk mendukung program tersebut di sekolah-sekolah.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan juga mulai mendata sekolah yang telah memiliki bank sampah aktif sebagai langkah awal pengembangan program.
“Kemarin sudah kita data sekolah mana yang sudah ada bank sampah dan statusnya seperti apa. Sedangkan yang belum ada, nanti kita data dan proses pembentukannya nanti kerja sama dengan DLH,” jelas Ryan.
Ia optimistis program tersebut akan memberikan dampak besar karena melibatkan ribuan siswa di Kota Banjarmasin.
Menurutnya, jika budaya memilah sampah berhasil diterapkan secara masif di lingkungan sekolah, maka volume sampah kota dapat berkurang secara signifikan.
“Jika kita bicara pengelolaan sampah dengan jumlah nasabah sampah yang ada, ya mudah-mudahan bisa membantu dalam pengelolaan sampah. Dampaknya mampu membantu mengurangi volume sampah kota secara signifikan,” katanya.
Tak hanya fokus pada edukasi lingkungan, Pemko Banjarmasin juga mulai menyiapkan konsep pengelolaan sampah berbasis ekonomi bagi siswa.
Nantinya, siswa berpeluang memiliki “tabungan sampah” yang terintegrasi dengan sistem aplikasi sehingga sampah yang dipilah dapat memiliki nilai ekonomi.
Ryan berharap kebiasaan memilah sampah sejak usia sekolah mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi persoalan residu sampah yang selama ini membebani TPA di Banjarmasin.
“Langkah ini diharapkan bisa mengatasi persoalan sampah yang terjadi selama ini. Terpenting membiasakan sejak dini cara memilah sampah,” pungkasnya.






