Mahasiswa Magister Farmasi ULM Kenalkan Kombucha Bunga Telang ke Masyarakat Banjar

Mei 11, 2026 at 7:39 AM GMT+8

BANJARMASIN, Kalselupdate.id – Mahasiswa Program Studi Magister Farmasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengenalkan berbagai produk kesehatan berbasis bahan alami lokal kepada masyarakat Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya ULM menghadirkan hasil riset kampus agar lebih dekat dan bermanfaat langsung bagi warga.

Salah satu mahasiswi Magister Farmasi ULM, Nely Rizka Yuninda, mengatakan masyarakat dikenalkan dengan pemanfaatan tanaman lokal yang dapat diolah menjadi produk kesehatan maupun kecantikan bernilai ekonomi.

“Banyak bahan alami dari berbagai tanaman bisa diolah menjadi produk kesehatan baik untuk obat maupun produk kecantikan dan sebagainya,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan inovasi minuman kombucha bunga telang yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan kultur simbiotik bakteri dan ragi atau Scoby (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast).

Minuman tersebut dibuat dari campuran teh, gula, bunga telang hingga rosela yang difermentasi selama tujuh sampai 14 hari.

Menurut Nely, kombucha bunga telang memiliki sejumlah manfaat kesehatan, mulai dari membantu melancarkan pencernaan hingga menjadi sumber antioksidan alami bagi tubuh.

“Minuman ini bisa bermanfaat untuk melancarkan pencernaan, mengandung antioksidan penangkal radikal bebas, serta probiotik alami bagi tubuh,” jelasnya.

Selain minuman herbal, mahasiswa juga memperkenalkan bedak dingin khas Kalimantan Selatan berbahan sari buah bengkoang.

Produk kecantikan tradisional tersebut bahkan telah mengantongi izin BPOM dan tersedia dalam bentuk serbuk maupun butiran padat.

Koordinator Program Studi Magister Farmasi ULM sekaligus dosen koordinator lapangan, Prof. Dr. apt. Sutomo mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut melibatkan 17 mahasiswa dan enam dosen pendamping.

Ia menegaskan, ULM ingin menghadirkan konsep Kampus Berdampak melalui kegiatan yang mampu menjembatani hasil riset akademik dengan kebutuhan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin potensi bahan lokal dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan bernilai ekonomi sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Menurut Sutomo, kegiatan pengabdian kepada masyarakat akan terus dilakukan secara berkelanjutan, terlebih Program Studi Magister Farmasi ULM saat ini masih merupakan angkatan pertama.

“Kami menyampaikan informasi penting dari hasil riset dosen, mahasiswa, hingga narasumber eksternal yang diharapkan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *