kalselupdate.id — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengumumkan susunan lengkap kepengurusan baru untuk masa khidmat 2026-2031 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada Rabu (30/9/2026). Dalam struktur kepengurusan yang baru ini, Gudfan Arif atau yang akrab disapa Gus Gudfan ditunjuk untuk mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal, didampingi oleh akademisi terkemuka Prof. Dr. H. Ainun Na’im yang dipercaya menjabat sebagai Bendahara Umum.
Pengumuman kepengurusan tingkat pusat ormas Islam terbesar di Indonesia ini dibacakan langsung oleh Katib Aam PBNU, Mohammad Nuh. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi PBNU serta perwakilan dari berbagai badan otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Pengumuman ini menjadi langkah awal kepemimpinan baru PBNU setelah terlaksananya Muktamar ke-35 beberapa waktu lalu.
Saat membacakan surat keputusan di hadapan media dan pengurus yang hadir, Mohammad Nuh menyebutkan satu per satu nama yang menduduki posisi strategis di jajaran Tanfidziyah. Penunjukan Gus Gudfan dan Ainun Na’im dinilai menjadi kombinasi yang solid untuk mengelola organisasi ke depan.
“Sekretaris Jenderal, Haji Gudfan Arif, S.IP alias Gus Gudfan,” kata Katib Aam PBNU Mohammad Nuh saat membacakan surat keputusan di Jakarta Pusat.
Selain posisi Sekretaris Jenderal, Mohammad Nuh juga mempertegas penunjukan posisi Bendahara Umum yang akan mengelola keuangan organisasi selama lima tahun ke depan. Posisi tersebut kini diamanahkan kepada Prof. Dr. H. Ainun Na’im yang memiliki latar belakang kuat di bidang akademis dan manajemen keuangan.
Secara keseluruhan, struktur kepengurusan PBNU untuk periode ini mengakomodasi sebanyak 210 orang pengurus. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan jumlah pengurus hasil Muktamar di Lampung sebelumnya yang tercatat sebanyak 189 orang. Penambahan personel ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kinerja organisasi di berbagai lini sektoral.
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz, atau yang akrab disapa Gus Kikin, menjelaskan bahwa penambahan jumlah pengurus ini sengaja dilakukan demi mewujudkan asas pemerataan di dalam tubuh organisasi. Pihaknya berkomitmen untuk menyatukan berbagai potensi yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama dari berbagai generasi.
“Ini dimaksudkan kita ingin ada pemerataan dari semua jajaran, dari generasi-generasi yang awal sampai akhir, kemudian dari seluruh jajaran lembaga yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama, itu ada IPNU, IPPNU, maupun Ansor, itu kita seimbangkan,” tutur Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz.
Gus Kikin menambahkan bahwa keseimbangan antara unsur-unsur kepemudaan, kader senior, serta perwakilan lembaga sektoral sangat penting untuk menjaga ritme organisasi. Dengan proporsi yang seimbang, PBNU diharapkan mampu merespons tantangan zaman dengan lebih taktis dan inklusif.
Terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 sebelumnya telah diputuskan dalam forum tertinggi Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur, pada Senin (31/8/2026). Proses pemilihan berlangsung dinamis dan demokratis dengan melibatkan para muktamirin dari berbagai wilayah dan cabang di seluruh Indonesia.
Keputusan penetapan Gus Kikin dibacakan oleh KH Anwar Iskandar dalam sidang pleno Muktamar setelah melalui musyawarah mufakat oleh sembilan anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Mekanisme AHWA ini merupakan tradisi khas NU dalam memilih pemimpin tertinggi guna menghindari perpecahan dan menjaga keteduhan organisasi.
Sebelum mencapai tahap musyawarah AHWA, proses pemilihan di Muktamar diawali dengan pemungutan suara oleh para utusan cabang dan wilayah untuk menjaring bakal calon ketua umum. Dalam tahap penyaringan tersebut, Gus Kikin berhasil meraih dukungan mayoritas dengan mengantongi 472 suara, memposisikannya di peringkat pertama sebelum akhirnya disepakati secara bulat oleh para kiai sepuh dalam forum AHWA.
Dengan terbentuknya struktur kepengurusan yang lengkap ini, PBNU siap menjalankan program kerja strategis yang telah diamanatkan oleh Muktamar. Konsolidasi internal dan penguatan jaringan organisasi di tingkat akar rumput menjadi prioritas utama kepengurusan di bawah komando Gus Kikin dalam lima tahun mendatang.


