MUI Kalsel Tetap Gelar Dialog Kebangsaan Meski Tanpa Dana Pemda

Mei 19, 2026 at 7:29 AM GMT+8

BANJARMASIN, Kalselupdate.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan tetap bersiap menggelar dialog kebangsaan meski tidak mendapat bantuan dana dari pemerintah daerah.

Untuk membiayai kegiatan tersebut, panitia memilih menggalang dana secara gotong royong melalui gerakan “Koin untuk MUI Kalsel”.

Sekretaris MUI Kalsel, Nasrullah AR, mengatakan proposal bantuan sebelumnya telah diajukan ke sejumlah instansi pemerintah daerah. Namun hingga mendekati jadwal pelaksanaan, belum ada kepastian dukungan anggaran.

“Tidak ada bantuan pemerintah kali ini. Jadi kami inisiatif memakai cara gotong royong,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Gerakan pengumpulan dana dilakukan melalui transfer ke rekening yang telah disiapkan panitia dengan nominal donasi Rp100 ribu.

Menurut Nasrullah, respons dari para pengurus MUI cukup positif dan sebagian sudah mulai menyalurkan bantuan.

Dana yang terkumpul nantinya digunakan untuk kebutuhan teknis kegiatan seperti konsumsi peserta, dokumentasi, hingga perlengkapan pelaksanaan dialog.

“Kami ingin pesan dari kegiatan ini jelas, dialog kebangsaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Kalau peduli, maka ikut bergerak,” katanya.

Dialog kebangsaan tersebut direncanakan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari ulama, tokoh masyarakat, aparat negara, generasi muda, hingga kalangan akademisi.

Forum itu disebut akan membahas penguatan nilai kebangsaan, harmoni sosial, serta implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

MUI Kalsel menargetkan kegiatan dihadiri ratusan peserta dari berbagai latar belakang.

Hasil dialog nantinya akan dirangkum menjadi rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.

Panitia juga menegaskan kegiatan tersebut bersifat terbuka dan tidak berafiliasi dengan kepentingan politik praktis mana pun.

“Fokusnya murni pada penguatan dialog lintas kelompok di Kalimantan Selatan,” ujar Nasrullah.

Sebelumnya, kegiatan serupa pernah dilaksanakan dengan dukungan penuh anggaran pemerintah daerah. Namun pada tahun ini, seluruh pembiayaan dilakukan secara mandiri melalui gerakan gotong royong pengurus dan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *