kalselupdate.id — Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) periode 2024-2029, Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty, memberikan penjelasan resmi terkait ketidakhadirannya dalam upacara pelantikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026). Pria yang akrab disapa Jacky Manuputty ini mengungkapkan bahwa dirinya saat itu sedang berada di luar negeri untuk menghadiri agenda organisasi yang tidak dapat ditinggalkan secara mendadak.
Agenda penting yang sedang diikuti oleh Jacky berlangsung di Chiang Mai, Thailand. Mengingat jarak dan keterbatasan waktu yang sangat mendesak, ia mengaku tidak memiliki cukup kesempatan untuk langsung bertolak kembali ke Jakarta guna menghadiri prosesi pelantikan bersama puluhan tokoh lainnya.
“Saya sementara mengikuti kegiatan di Chiang Mai, Thailand, jadi tak bisa menghadiri pelantikan. Tak cukup waktu untuk kembali,” tutur Ketua Umum PGI, Jacky Manuputty.
Meski berhalangan hadir secara fisik pada hari pelantikan, Jacky menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas baru ini dengan penuh tanggung jawab. Pendeta dari Gereja Protestan Maluku (GPM) tersebut menyatakan akan segera berkoordinasi guna membahas kelanjutan penugasannya sebagai salah satu penasihat presiden. Ia berencana untuk mengatur waktu pertemuan guna membicarakan secara mendalam mengenai amanah yang diberikan oleh Kepala Negara.
“Kami akan segera berjumpa untuk mengatur hal-hal terkait penugasan kami berdasarkan mandat yang kami terima,” tambah Jacky Manuputty.
Lebih lanjut, Jacky menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan besar yang didelegasikan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada dirinya. Ia memandang penunjukan ini sebagai kesempatan berharga untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Tokoh agama ini juga mengharapkan doa serta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar dapat mengemban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.
Acara pelantikan yang berlangsung di Istana Negara tersebut sedianya mengukuhkan 26 tokoh nasional sebagai anggota Wantimpres yang baru. Namun, dari total nama yang diumumkan, terdapat dua tokoh yang tidak tampak hadir dalam prosesi pengucapan sumpah jabatan. Selain Jacky Manuputty, tokoh lain yang juga berhalangan hadir dalam kesempatan tersebut adalah mantan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan.
Ketua Wantimpres Pratikno memberikan klarifikasi bahwa ketidakhadiran Jacky Manuputty dan Ignasius Jonan tidak memengaruhi keabsahan status keanggotaan mereka. Mantan Menteri Sekretaris Negara tersebut menegaskan bahwa administrasi dan mekanisme penyesuaian bagi kedua tokoh yang absen telah diatur sepenuhnya oleh pihak sekretariat.
Pratikno juga memastikan bahwa nama Jacky dan Jonan telah secara resmi tercantum dalam Keputusan Presiden (Keppres) bersama dengan 24 anggota Wantimpres lainnya yang dilantik hari itu. Dengan demikian, status hukum keduanya sebagai penasihat presiden tetap sah dan tinggal menunggu proses administrasi lanjutan atau pelantikan susulan yang akan dikoordinasikan kemudian.
Penunjukan jajaran Wantimpres era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini menarik perhatian publik karena melibatkan sejumlah tokoh senior, termasuk lima mantan Menteri Koordinator (Menko). Keberadaan dewan ini diharapkan mampu memberikan masukan-masukan strategis dan pertimbangan yang matang bagi jalannya roda pemerintahan ke depan, mencakup berbagai sektor mulai dari sosial, keagamaan, hingga ekonomi nasional. Pelantikan ini menandai langkah awal penguatan tim penasihat kepresidenan dalam merumuskan kebijakan publik yang inklusif bagi seluruh elemen bangsa.


