kalselupdate.id — Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Budi Gunawan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Jakarta, Jumat (2/10/2026). Pelantikan ini merupakan bagian dari pengangkatan sejumlah tokoh strategis yang akan memberikan pertimbangan kepada kepala negara dalam menjalankan roda pemerintahan ke depan.
Selain Budi Gunawan, Presiden Prabowo juga melantik empat mantan menteri koordinator lainnya ke dalam jajaran Wantimpres. Nama-nama tersebut meliputi Pratikno sebagai ketua merangkap anggota, Hatta Rajasa sebagai wakil ketua merangkap anggota, serta Agum Gumelar dan Chairul Tanjung yang juga menempati posisi anggota.
Menanggapi pelantikan tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menyampaikan ucapan selamat kepada Budi Gunawan. Ganjar memberikan respons singkat namun positif atas jabatan baru yang diemban oleh mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan tersebut.
“Selamat bekerja,” ujar Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo.
Di sisi lain, politikus PDI Perjuangan Guntur Romli menegaskan bahwa penunjukan Budi Gunawan merupakan murni hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Ia memastikan bahwa Budi Gunawan bukanlah kader dari partai berlambang banteng tersebut dan tidak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP.
Guntur menjelaskan bahwa partainya menghormati keputusan presiden tersebut sebagai langkah yang diambil berdasarkan pertimbangan kompetensi. Menurutnya, rekam jejak Budi Gunawan yang panjang di institusi Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), hingga kementerian koordinator menjadi dasar pertimbangan yang kuat bagi pemerintah.
Lebih lanjut, Guntur menegaskan bahwa posisi PDI Perjuangan dalam dinamika politik nasional tetap tidak berubah. Partai tersebut memilih untuk tetap berada di luar pemerintahan agar dapat menjalankan peran sebagai partai penyeimbang yang menjaga mekanisme pengawasan atau checks and balances dalam sistem demokrasi Indonesia.
Pihak PDIP menilai pelantikan tokoh-tokoh berpengalaman dalam jajaran Wantimpres merupakan kewenangan penuh presiden untuk menyusun struktur pembantunya. Fokus PDIP ke depan tetap konsisten pada pengawalan kebijakan pemerintah melalui jalur legislatif dan pengawasan publik, memastikan setiap pengambilan keputusan pemerintah tetap sejalan dengan kepentingan rakyat luas.
Kehadiran Budi Gunawan bersama deretan mantan menteri koordinator lainnya dalam lembaga penasihat ini dipandang sebagai upaya penguatan stabilitas politik dan keamanan nasional. Pengalaman panjang para tokoh tersebut diharapkan mampu memberikan masukan strategis yang tajam dalam menghadapi berbagai tantangan domestik maupun internasional yang semakin kompleks di masa pemerintahan Prabowo Subianto.


