kalselupdate.id — Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, hingga kini masih enggan memberikan keterangan terbuka mengenai kelanjutan karier politiknya di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut muncul setelah dirinya resmi tidak lagi menjabat sebagai menteri dalam perombakan kabinet atau reshuffle yang diumumkan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (1/10).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketika dikonfirmasi mengenai spekulasi publik yang menyebut dirinya akan menempati posisi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Pratikno memilih untuk tetap irit bicara. Ia meminta semua pihak untuk bersabar menunggu pengumuman resmi yang akan disampaikan dalam waktu dekat terkait penugasan berikutnya.

“Ya nanti kita tunggu lah sampai besok ya,” ujar Pratikno saat menanggapi pertanyaan awak media mengenai masa depannya di pemerintahan.

Dalam kesempatan yang sama, Pratikno mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan proses transisi tanggung jawab dengan penggantinya, Sugiono. Serah terima jabatan tersebut mencakup sejumlah agenda strategis yang harus segera ditindaklanjuti oleh kementerian terkait, terutama mengenai penanganan pascabencana di berbagai wilayah di Indonesia.

Selain masalah kebencanaan, Pratikno juga menekankan pentingnya keberlanjutan program prioritas di sektor pendidikan. Ia menyebut bahwa Presiden Prabowo telah memberikan arahan khusus mengenai percepatan implementasi pendidikan gratis bagi masyarakat luas, serta pengembangan inovasi sekolah unggulan dan sistem pendidikan nasional yang terintegrasi. Hal-hal tersebut menjadi fokus utama yang telah dikoordinasikan agar tidak terjadi hambatan dalam pelaksanaannya ke depan.

Di akhir masa jabatannya, Pratikno menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo. Ia merasa terhormat telah diberikan kepercayaan untuk mengemban mandat sebagai Menko PMK selama kurang lebih dua tahun terakhir. Menurutnya, posisi tersebut sangat relevan dengan latar belakang dan kapasitas yang ia miliki di bidang pembangunan manusia, sehingga ia merasa telah menjalankan tugas dengan sebaik mungkin.

Perubahan formasi kabinet ini secara resmi menempatkan Sugiono sebagai nakhoda baru di Kemenko PMK menggantikan Pratikno. Sementara itu, posisi Menteri Luar Negeri yang sempat ditinggalkan Sugiono kini telah diisi oleh Arrmanatha Nasir, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri. Proses pergantian ini diharapkan mampu menjaga stabilitas dan kesinambungan program kerja pemerintah dalam jangka panjang tanpa mengganggu jalannya birokrasi di kementerian terkait.