kalselupdate.id — Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memimpin langsung upacara pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) jajaran pejabat utama (PJU) Mabes Polri serta sejumlah Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) baru. Upacara yang berlangsung khidmat tersebut digelar secara tertutup di gedung Rupattama, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (3/10/2026) malam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain melantik puluhan pejabat baru, Kapolri juga memimpin upacara korps raport kenaikan pangkat bagi sejumlah perwira tinggi (pati) Polri. Langkah rotasi kepemimpinan ini diambil sebagai bagian dari penyegaran struktur organisasi di lingkungan Korps Bhayangkara demi meningkatkan efektivitas kinerja pelayanan kepolisian.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengonfirmasi selesainya seluruh rangkaian agenda seremonial tersebut kepada awak media di Mabes Polri. Trunoyudo menjelaskan bahwa acara malam itu mencakup tiga agenda utama, yakni serah terima jabatan, pelantikan resmi, dan laporan korps kenaikan pangkat perwira tinggi.

u201cMalam ini telah selesai rangkaian serah terima jabatan, pelantikan, disertai dengan korp raport untuk kenaikan pangkat pati,u201d kata Trunoyudo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026).

Secara rinci, Trunoyudo menyebutkan terdapat sebanyak 27 jabatan penting yang diserahterimakan dan dilantik langsung oleh Kapolri malam itu. Posisi-posisi strategis tersebut mencakup jajaran pejabat utama setingkat Mabes Polri hingga beberapa tampuk pimpinan kepolisian daerah di berbagai wilayah Indonesia.

Beberapa jabatan pimpinan tinggi Mabes Polri yang mengalami pergantian pejabat di antaranya adalah posisi Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, serta Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri. Selain posisi-posisi tersebut, beberapa jabatan Kepala Kepolisian Daerah juga resmi diserahterimakan kepada pejabat baru.

Bersamaan dengan prosesi pelantikan dan sertijab 27 pejabat utama tersebut, sebanyak 23 perwira tinggi Polri juga melaksanakan korps raport kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya. Kenaikan pangkat ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja para perwira tinggi dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian selama ini.

Dari total 23 perwira tinggi yang mendapatkan kenaikan pangkat malam itu, rinciannya terdiri atas 7 personel pati yang naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen), 14 personel pati menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen), serta 2 personel perwira menengah yang resmi pecah bintang menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen).

Trunoyudo memaparkan bahwa pelaksanaan rotasi jabatan dan kenaikan pangkat ini merupakan tindak lanjut nyata dari mutasi besar-besaran yang sebelumnya telah diterbitkan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026. Surat telegram resmi mengenai mutasi jabatan tersebut telah dikeluarkan dan ditandatangani pada tanggal 2 Oktober 2026.

Berdasarkan surat keputusan tersebut, terdapat total 88 personel Polri yang masuk dalam daftar mutasi dan rotasi jabatan kali ini. Upacara yang diselenggarakan pada Sabtu malam merupakan pelaksanaan serah terima jabatan khusus untuk jajaran pejabat utama Mabes Polri dan para Kapolda yang telah ditunjuk dalam telegram tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan sejumlah arahan dan pesan penting kepada seluruh jajaran pejabat yang baru saja dilantik. Kapolri menginstruksikan agar para pejabat baru segera bekerja secara aktif dan melakukan adaptasi cepat dengan lingkungan tugas yang baru di bawah tanggung jawab masing-masing.

Trunoyudo menerangkan bahwa mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang wajar serta menjadi bagian penting dari dinamika perkembangan organisasi. Kebijakan ini diambil berdasarkan kebutuhan organisasi yang terus berkembang, sekaligus sebagai bagian dari sistem pembinaan karier anggota serta penyegaran internal kepolisian.

u201cDan tentu ini juga merupakan amanah baru yang harus dijaga untuk menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab,u201d tambah Trunoyudo saat menjelaskan pesan dari Kapolri.

Kapolri juga sangat menekankan pentingnya menjaga soliditas di seluruh lini organisasi kepolisian serta memastikan keberlanjutan program-program kerja yang saat ini sedang berjalan. Sinergi dan kesinambungan program ini dinilai krusial guna menjamin bahwa optimalisasi pelayanan publik oleh kepolisian tetap berjalan dengan prima dan tanpa hambatan.

Melalui penuturan Trunoyudo, Jenderal Suyudi berharap seluruh pejabat yang menerima amanah baru ini dapat langsung tancap gas, melanjutkan kebijakan positif dari pejabat terdahulu, serta memperkuat kekompakan internal organisasi agar pelayanan prima kepolisian kepada masyarakat luas dapat terus ditingkatkan secara konsisten.

Kendati sebagian besar pejabat utama telah dilantik, Trunoyudo mengungkapkan bahwa masih ada beberapa jabatan penting yang prosesi pelantikan dan serah terima jabatannya belum dapat dilaksanakan pada malam tersebut. Posisi-posisi yang masih tertunda di antaranya adalah jabatan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri serta Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (Kapolda Metro Jaya).

Penundaan prosesi pelantikan untuk beberapa jabatan tersebut disebabkan oleh kendala kehadiran pejabat yang bersangkutan karena sedang menjalankan ibadah keagamaan di luar negeri. Trunoyudo menyebutkan bahwa Kapolda Metro Jaya saat ini sedang melaksanakan ibadah umrah di tanah suci, sehingga upacara sertijab untuk posisi tersebut akan dijadwalkan ulang dan dipimpin langsung oleh Kapolri di kemudian hari setelah yang bersangkutan kembali ke tanah air.