kalselupdate.id — Sejumlah penumpang bersama awak kabin berhasil menggagalkan aksi pembajakan di dalam pesawat komersial maskapai Flydubai rute Dubai menuju Israel setelah nekat menerobos masuk ke ruang kokpit untuk melumpuhkan terduga pelaku. Insiden mencekam di udara tersebut melibatkan kopilot penerbangan yang diduga berupaya menjatuhkan armada komersial tersebut sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh para penumpang.
Pesawat yang mengangkut sebanyak 174 penumpang itu sempat dialihkan pendaratannya ke wilayah Arab Saudi guna mengamankan situasi darurat dan menangani kapten pilot yang terluka. Selang lebih dari sepuluh jam setelah insiden perebutan kendali terjadi di udara, pesawat komersial tersebut akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan hingga mendarat dengan selamat di Israel.
Berdasarkan keterangan otoritas terkait, mayoritas penumpang yang berada di dalam pesawat berjumlah 166 orang merupakan warga negara Israel. Seluruh penumpang beserta awak kabin dilaporkan berada dalam kondisi selamat tanpa adanya korban jiwa dalam peristiwa pembajakan yang berlangsung cepat di dalam ruang kemudi pesawat tersebut.
Kronologi perlawanan di ruang kemudi terungkap melalui penuturan sejumlah saksi mata yang ikut serta melumpuhkan kopilot pelaku penyerangan. Salah seorang penumpang bernama Yaniv Hayoun menceritakan perjuangannya ketika mendobrak masuk ke ruang kendali pesawat saat situasi darurat sedang memuncak di ketinggian jelajah.
Hayoun memaparkan bahwa pintu kokpit awalnya terhalang oleh tubuh kapten pilot bernama Smit Machchhar, seorang warga negara India, yang terluka parah akibat ditikam oleh sang kopilot. Meski dalam kondisi tergeletak bersimbah darah di lantai depan pintu masuk, sang kapten masih mampu menekan tombol pelepas kunci pintu sehingga para penumpang yang berada di luar kabin dapat menerobos masuk.
Sesaat setelah pintu berhasil dibuka, Hayoun menyaksikan pemandangan kacau di dalam ruang kendali di mana tidak ada satu pun penerbang yang duduk di kursi kemudi. Sang kapten pilot terkapar tidak berdaya di lantai kabin, sementara pelaku yang diidentifikasi oleh pejabat Israel sebagai warga negara Oman justru berada di atas panel instrumen yang terletak di antara dua kursi penerbang.
Terduga pelaku terlihat sedang berupaya merusak serta memukuli panel kendali demi melumpuhkan sistem pengoperasian pesawat. Menyaksikan ancaman yang berpotensi membahayakan seluruh isi penerbangan, Hayoun tanpa ragu langsung merangsek maju dan memiting leher kopilot tersebut guna menghentikan aksinya menjatuhkan armada.
Hayoun kemudian berteriak memanggil para penumpang lainnya agar segera datang membantu menarik serta mengamankan pelaku ke luar kokpit. Dua orang pria penumpang berkebangsaan Israel, termasuk Asaf Rajuan, bergegas memasuki kokpit untuk bersama-sama meringkus dan melumpuhkan kopilot tersebut di lantai kabin penumpang.
“Saya segera bergerak maju, memegang kendali, dan mulai menarik tuas ke arah belakang,” ujar Yaniv Hayoun saat menjelaskan detik-detik penyelamatan pesawat.
Hayoun menegaskan bahwa seluruh rentetan peristiwa penyelamatan di ruang kokpit tersebut berlangsung hanya dalam hitungan detik. Ia menyadari apabila tindakan penyelamatan itu terlambat dilakukan, situasi fatal tidak akan terhindarkan terutama saat pesawat nantinya memasuki wilayah udara Israel.
Penumpang lain yang turut melumpuhkan pelaku, Asaf Rajuan, mengungkapkan bahwa respons cepat para penumpang didasari oleh insting spontan demi melindungi keluarga tercinta yang ikut serta dalam perjalanan udara tersebut.
“Ini adalah tindakan yang dilakukan tanpa berpikir panjang; Anda hanya berlari untuk menyelamatkan nyawa putri Anda, nyawa keluarga Anda,” tutur Asaf Rajuan menceritakan aksinya.
Kondisi mencekam selama penerbangan juga dirasakan secara mendalam oleh para penumpang di kabin yang menyaksikan guncangan hebat sebelum pelaku berhasil diamankan. Penumpang bernama Lital Shachaf melukiskan kepanikan massal dan kekacauan yang sempat melanda seluruh kabin ketika pesawat mendadak kehilangan kestabilan di angkasa.
Shachaf bersyukur bahwa sebuah keajaiban masih melindungi para penumpang sehingga mereka mampu melewati situasi genting yang mengancam nyawa tersebut. Rasa haru dan lega meliputi para penumpang saat mereka akhirnya tiba di tanah air serta dapat kembali berkumpul bersama keluarga di bandara tujuan.
Data pemantauan penerbangan dari laman Flightradar24 mengonfirmasi tingkat bahaya yang sempat dialami oleh pesawat Flydubai tersebut. Dalam catatan navigasi, pesawat terpantau sempat menukik tajam secara mendadak dan kehilangan ketinggian hingga sekitar 17.000 kaki hanya dalam kurun waktu satu menit akibat pergulatan yang terjadi di ruang kendali.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian menggelar pertemuan langsung dengan Yaniv Hayoun untuk mendengarkan kesaksian mengenai aksi heroik penggagalan pembajakan tersebut. Netanyahu menyatakan bahwa sang kopilot memang berniat menjatuhkan pesawat serta mencelakai seluruh penumpang yang dibawanya.
Sementara itu, pihak maskapai Flydubai menyampaikan dalam pernyataan resminya bahwa investigasi internal masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti insiden keributan di kokpit tersebut. Maskapai memastikan seluruh 174 penumpang berada dalam kondisi selamat pascainsiden dan berkoordinasi penuh dengan otoritas penerbangan terkait.


