kalselupdate.id — Sebanyak 69 jenazah korban kecelakaan kapal KM Virgo telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Seluruh jenazah yang telah teridentifikasi tersebut kini telah diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk dimakamkan sesuai dengan tata cara yang berlaku.
Proses identifikasi ini merupakan bagian dari upaya tim DVI dalam menangani 82 kantong jenazah yang diterima sejak dimulainya pencarian korban KM Virgo. Operasi pencarian dan evakuasi tersebut tercatat telah berlangsung selama 24 hari hingga Selasa (6/10) malam.
“Masih ada sisa 13 jenazah yang masih dalam proses identifikasi tim DVI,” ujar Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Moch Sofwan.
Pihak kepolisian melalui tim DVI terus bekerja secara intensif untuk menyelesaikan identifikasi terhadap 13 jenazah yang tersisa. Kecepatan dan ketepatan proses identifikasi menjadi prioritas utama agar para korban dapat segera dipulangkan kepada pihak keluarga yang menunggu di berbagai daerah.
Data korban yang telah teridentifikasi mencakup individu dari berbagai latar belakang daerah, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Kalimantan Selatan. Para korban tersebut di antaranya adalah Reyner Fausta Yosilianto (22) asal Malang, Nurul Rian Hidayat (33) asal Pamekasan, serta Deny Ridzal Saputra (29) asal Kediri. Selain itu, terdapat nama-nama lain seperti Imam Soeparno (66) dari Surabaya, Erick Maisul Latif (37) asal Garut, dan Risyan Kurnia Putra (28) dari Garut.
Daftar identifikasi juga mencakup Surya (59) asal Tapin, Yuli (29) asal Banjarmasin, Muhammad Abdiannoor (30) asal Banjarmasin, serta Annas (48) asal Bangkalan. Turut teridentifikasi pula Bagus Mahendra (20) dari Klaten, Aldo Nurrahmansyah (19) dari Surakarta, Jumbrik (25) dari Lamongan, I Putu Angga Santyana (21) dari Mataram, dan Deny Dwi Saputra (32) dari Boyolali.
Proses ini melibatkan verifikasi data antemortem dan postmortem yang ketat untuk memastikan akurasi identitas setiap jenazah. Tim DVI bekerja secara sistematis dengan melibatkan ahli forensik serta dukungan fasilitas dari kepolisian daerah setempat guna meminimalisir kendala dalam proses pengenalan identitas korban.
Korban lainnya yang telah teridentifikasi meliputi Abdul Fikri (27) dari Purbalingga, Tuti (29) dari Banjarmasin, Mashudi (27) dari Jepara, Feris Sudaryanto (37) dari Lampung Tengah, dan Aditya Firmansyah (19) dari Kediri. Identitas korban lainnya mencakup Mahmud Suhadi (43), Taruno Hidayat (47), Ibnu Darmawan (24), Purkam (64), serta Dwi Priyambodo (36) yang berasal dari berbagai kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Hingga saat ini, kepolisian tetap memberikan informasi terkini kepada keluarga korban yang masih menunggu hasil identifikasi. Pihak berwenang berkomitmen untuk menuntaskan seluruh proses identifikasi 13 jenazah yang tersisa agar hak-hak keluarga korban dalam menerima jenazah dapat segera terpenuhi secara layak.
Daftar lengkap jenazah yang teridentifikasi juga mencakup Tri Sutrisno (30), Riski Ananta Agusena (23), Guntur Aji Pangestu (27), Triyono Basuki (45), Tihwin Nuryanto (43), Sugianto (41), Ilham Muhammad Rozzaq (21), Yuli Purwanto (47), Muhammad Kholis (52), dan Surono (38). Selain itu, terdapat nama Muhammad Adam Assegaf (19), Susanto (36), Maulana Purwo Wibowo (19), Wati (48), Yaya Carya (58), Bambang Setya Budi (56), Mohamat Sholeh (33), Gondham Prakoso (32), Doddy Soemarno (37), serta Jevon Joechil Jotham (19).
Sisa daftar korban yang telah teridentifikasi adalah Sutila (42), Aman Rahmandana (19), Erna (60), Yudi Arisandi (36), Dana Hariyanto (38), Nasib (43), Yudis Tri Kurniawan (20), Tigi Dadang Prayugi (33), Jarot Setiawan (50), Sulisman (39), Kumaedi (45), Aji Albani (26), M. Syahril (44), Imam Buhari (28), Zaenal Walad Husen (44), Iyus (60), M. Taufiq (41), Marsiti (49), Suroso (40), Soni Marta Andika (44), Edi Setiyono (59), Windianto (41), Sri Wahyono (53), dan Rahmat Dani (31).
Upaya pencarian yang berlangsung selama 24 hari tersebut melibatkan koordinasi berbagai pihak untuk menemukan seluruh korban KM Virgo. Meskipun sebagian besar jenazah telah ditemukan dan teridentifikasi, pihak kepolisian tetap melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan proses penanganan pascakecelakaan berjalan sesuai dengan prosedur operasional standar.


