Penerimaan Pajak Tembus Rp646 Triliun, Pemerintah Sebut Ekonomi Masih Stabil

Mei 20, 2026 at 8:27 PM GMT+8

JAKARTA, Kalselupdate.id – Kinerja penerimaan pajak nasional menunjukkan tren positif sepanjang awal 2026. Hingga 30 April 2026, realisasi penerimaan pajak tercatat mencapai Rp646,3 triliun atau tumbuh 16,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak tersebut menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi nasional masih bergerak cukup kuat.

“Pajak tumbuh 16,1 persen dan mungkin akan lebih tinggi lagi. Prospeknya lebih bagus dibandingkan tahun lalu,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa.

Kementerian Keuangan mencatat, setoran pajak penghasilan (PPh) badan serta deposit PPh badan mencapai Rp135,2 triliun atau tumbuh 5,1 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, penerimaan dari PPh orang pribadi dan PPh Pasal 21 mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 25,1 persen dengan nilai Rp101,1 triliun.

Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan penerimaan pajak dari sektor tenaga kerja dan individu tetap terjaga.

Pertumbuhan paling besar terjadi pada penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) yang melonjak 40,2 persen menjadi Rp221,2 triliun.

Menurut Purbaya, kenaikan tersebut menggambarkan aktivitas konsumsi masyarakat serta perputaran ekonomi yang masih berlangsung kuat.

“Belanja dan aktivitas ekonomi masih tinggi. Ini menjadi indikator ekonomi tetap bergerak,” katanya.

Selain itu, penerimaan dari PPh Final, PPh Pasal 22, serta PPh Pasal 26 juga tumbuh 9,8 persen menjadi Rp109,1 triliun.

Di sisi sektoral, industri pengolahan menjadi salah satu penyumbang terbesar penerimaan pajak dengan kontribusi Rp145,3 triliun atau sekitar 22,5 persen.

Kinerja sektor ini ditopang peningkatan profitabilitas industri pengolahan, termasuk subsektor minyak kelapa sawit.

Sementara sektor perdagangan menyumbang Rp161 triliun atau 24,9 persen terhadap total penerimaan.

Pertumbuhan sektor perdagangan dipengaruhi aktivitas distribusi bahan bakar minyak (BBM) hingga meningkatnya transaksi perdagangan daring.

Sektor pertambangan juga mencatat kontribusi signifikan sebesar Rp56,7 triliun atau sekitar 8,8 persen, yang mayoritas berasal dari subsektor minyak dan gas.

Adapun sektor konstruksi dan real estat mencatatkan penerimaan pajak Rp24,2 triliun.

Pemerintah berharap tren positif tersebut dapat terus terjaga untuk menopang pembiayaan pembangunan nasional sepanjang tahun berjalan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *