AAUI dan OJK Kalsel Edukasi Guru Soal Asuransi Umum, Dorong Literasi Keuangan Masyarakat

Reporter: Fauzan Al Hakim
Mei 23, 2026 at 5:49 AM GMT+8

BANJARMASIN, Kalselupdate.id – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Banjarmasin bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar edukasi literasi asuransi umum di Aula Kantor OJK Kalsel, Jalan Ahmad Yani Km 8,9 Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kamis (22/5/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya Bulan Literasi Keuangan 2026 dengan mengusung tema “Cerdas Memahami Asuransi, Bijak Melindungi Masa Depan”.

Puluhan guru tingkat SMA dan sederajat dari Kota Banjarmasin serta Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) turut mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua AAUI Cabang Banjarmasin Rudy Mulyanto mengatakan kegiatan itu bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait asuransi umum, termasuk perbedaannya dengan asuransi jiwa yang selama ini masih sering disalahartikan.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat agar tahu apa itu asuransi umum secara lebih komprehensif, supaya tidak ada kekeliruan lagi,” ujarnya.

Menurut Rudy, guru memiliki peran strategis sebagai agen edukasi yang dapat menyampaikan kembali pemahaman literasi keuangan kepada siswa maupun lingkungan sekolah.

Ia mengungkapkan, penggunaan asuransi umum di Banjarmasin saat ini masih didominasi sektor korporasi, sementara pemanfaatan oleh masyarakat perorangan masih relatif rendah.

Salah satu penyebabnya yakni masih adanya anggapan bahwa premi asuransi selalu mahal.

Padahal, kata Rudy, beberapa produk asuransi umum seperti perlindungan kendaraan atau kebakaran memiliki biaya premi yang relatif terjangkau.

“Banyak masyarakat mengira asuransi itu mahal, padahal ada produk perlindungan yang cukup dibayar tahunan dengan biaya yang terjangkau,” jelasnya.

Saat ini AAUI Cabang Banjarmasin menaungi 29 perusahaan asuransi umum dan reasuransi yang beroperasi di Kalimantan Selatan.

Selain edukasi, asosiasi tersebut juga aktif menjalankan berbagai program sosial seperti bantuan panti asuhan, donor darah, hingga penanggulangan bencana.

Sementara itu, Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Kalsel, Andi Rahman Yuliman mengapresiasi kolaborasi edukasi yang dilakukan bersama AAUI.

Menurut Andi, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih menjadi tantangan karena belum sebanding dengan tingkat inklusi keuangan.

Ia berharap para guru dapat menjadi perpanjangan tangan penyebaran edukasi keuangan yang baik kepada generasi muda.

“Jika literasi meningkat, maka pemahaman masyarakat terhadap risiko investasi bodong maupun pinjaman online ilegal juga akan semakin baik,” ujarnya.

AAUI menargetkan penguatan literasi dan inklusi keuangan di sektor pendidikan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang lebih tangguh dalam pengelolaan risiko keuangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *