kalselupdate.id — Pelatih kepala tim nasional Benin, Gernot Rohr, mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah skuadnya dilarang bertukar jersey maupun berfoto dengan bintang Argentina, Lionel Messi, seusai pertandingan persahabatan pada hari Selasa lalu. Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Argentina tersebut menjadi momen bersejarah karena menandai penampilan internasional terakhir sang megabintang sebelum resmi pensiun dari tim nasional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Laga uji coba tersebut sejatinya menjadi ajang penghormatan bagi Messi yang kini berusia 39 tahun, di mana ia berhasil mencetak satu gol melalui titik penalti untuk mengunci kemenangan timnya. Namun, atmosfer perayaan di kubu Argentina menyisakan rasa frustrasi bagi tim lawan setelah para pemain Benin dilarang keras berinteraksi dengan skuad Albiceleste begitu peluit panjang berbunyi.

Menurut penjelasan Rohr, tim asuhan Lionel Scaloni tersebut benar-benar menutup diri dari tim tamu dan mengabaikan tradisi pascapertandingan yang biasa dilakukan oleh para pesepak bola profesional. Upaya para pemain Benin untuk mendekati ruang ganti maupun koridor pemain Argentina langsung dihadang oleh ketatnya penjagaan pihak keamanan stadion yang mengusir siapa pun yang mendekat.

Para pemain Benin dilaporkan sangat antusias menghadapi peraih delapan penghargaan Ballon d’Or tersebut dan berharap bisa membawa pulang kenang-kenangan dari laga bersejarah ini. Namun, harapan untuk mendapatkan jersey atau sekadar berfoto bersama kapten legendaris tersebut harus pupus karena penolakan mentah-mentah dari pihak Argentina dan petugas keamanan setempat.

“Para pemain saya sudah mencoba segala cara, tetapi tidak ada satu pun yang berhasil dilakukan,” ujar Gernot Rohr saat berbicara kepada media Prancis RMC Sport.

Rohr menambahkan bahwa para pemain Argentina sama sekali tidak memberikan apa pun kepada timnya, bahkan sekadar kesempatan berfoto bersama Lionel Messi pun tidak diberikan. Skuad Benin yang sudah mempersiapkan jersey mereka sejak awal untuk ditukarkan akhirnya harus kembali ke ruang ganti dengan tangan hampa akibat pengusiran oleh petugas keamanan di area koridor.

Kendati merasa kecewa dengan perlakuan dingin dari pihak lawan, Rohr tetap mengakui bahwa kesempatan berbagi lapangan dengan salah satu pemain terbaik sepanjang masa merupakan pengalaman yang luar biasa bagi anak-anak asuhnya. Bagi para pemain Benin, bertanding melawan tim juara dunia seperti Argentina di laga perpisahan sang legenda tetap menjadi catatan penting dalam karier sepak bola mereka.

Di tengah situasi yang mengecewakan tersebut, Rohr sendiri akhirnya berhasil mendapatkan sedikit pelipur lara setelah menunggu lebih dari 30 menit di luar area steril pascapertandingan. Pelatih veteran tersebut berinisiatif mendekati pelatih kepala Argentina, Lionel Scaloni, guna mendapatkan kenang-kenangan khusus untuk dirinya sendiri.

Scaloni menyambut baik pendekatan Rohr dan bersedia membubuhkan tanda tangannya pada sebuah jersey lama milik Lionel Messi yang dibawa oleh pelatih Benin tersebut. Interaksi singkat antara kedua pelatih kepala ini menjadi satu-satunya momen komunikasi yang berhasil terjalin secara langsung di antara kedua belah pihak setelah laga persahabatan usai.

Pertandingan persahabatan ini secara resmi menutup lembaran karier internasional Lionel Messi yang dipenuhi dengan berbagai prestasi gemilang bersama tim nasional Argentina. Selama masa baktinya, mantan bintang Barcelona tersebut telah menjelma menjadi sosok paling sukses dan ikonik dalam sejarah sepak bola modern negaranya.

Sepanjang karier internasionalnya yang luar biasa, Messi berhasil mempersembahkan dua trofi Copa America bagi publik Argentina serta membawa negaranya melaju ke tiga babak final Piala Dunia yang berbeda. Puncak pencapaian tertingginya terjadi pada akhir tahun 2022 di Qatar, saat ia sukses memimpin armada Albiceleste merengkuh trofi juara Piala Dunia ketiga bagi Argentina setelah mengalahkan Prancis dalam laga final yang dramatis.

Keputusan Messi untuk menyudahi perjalanannya bersama tim nasional tentu meninggalkan kekosongan besar di lini depan Argentina, sekaligus menandai akhir dari sebuah era emas sepak bola Amerika Selatan. Meskipun laga perpisahannya dinodai oleh insiden penolakan interaksi terhadap tim Benin, warisan prestasi yang ditinggalkan oleh penyerang legendaris tersebut akan tetap abadi dalam buku sejarah olahraga dunia.