kalselupdate.id — Perjalanan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line lintas Rangkasbitung-Tanah Abang mengalami keterlambatan pada Kamis (8/10/2026) malam akibat adanya seorang warga yang tertabrak kereta di kawasan Tangerang Selatan. Peristiwa tragis tersebut terjadi di jalur antara Stasiun Serpong dan Stasiun Sudimara, yang memicu penumpukan calon penumpang di sejumlah stasiun rute Green Line.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Informasi mengenai hambatan perjalanan ini pertama kali ramai diperbincangkan oleh para pengguna jasa KRL di media sosial, yang mengeluhkan kepadatan luar biasa di Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan. Merespons keluhan tersebut, pihak KAI Commuter segera memberikan konfirmasi resmi mengenai adanya insiden kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki di perlintasan rel tersebut.

Melalui akun media sosial resminya, operator KRL mengonfirmasi bahwa kereta dengan nomor KA 1771D rute Rangkasbitung-Tanah Abang terpaksa berhenti darurat karena menemui kendala operasional akibat tertemper orang di lintas Serpong-Sudimara. Pihak manajemen langsung menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang dialami oleh seluruh penumpang kereta malam itu.

“Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang PP sehubungan KA 1771D di antara Stasiun Serpong-Sudimara tertemper orang,” tulis akun resmi X KAI Commuter.

Petugas keamanan dan tim teknis KAI Commuter segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta penanganan darurat sesuai prosedur keselamatan yang berlaku. Setelah proses penanganan selesai dilakukan di lapangan, rangkaian kereta KA 1771D dilaporkan telah diizinkan untuk melanjutkan kembali perjalanannya menuju stasiun akhir.

Gangguan pada malam hari ini menambah daftar kendala perjalanan pada rute Green Line, setelah sebelumnya pada pagi hari yang sama juga sempat terjadi gangguan teknis. Pada Kamis pagi sekitar pukul 06.32 WIB, perjalanan Commuter Line Rangkasbitung juga sempat terhambat akibat adanya gangguan operasional pada sistem persinyalan di Stasiun Tigaraksa.

Gangguan persinyalan pada pagi hari tersebut sempat memicu penumpukan penumpang yang cukup padat di peron stasiun karena jadwal keberangkatan kereta yang tertunda. KAI Commuter menyatakan bahwa petugas di lapangan langsung bergerak cepat melakukan perbaikan sistem serta melakukan penyesuaian jadwal masuk dan keluar kereta guna mengurai kepadatan.

Upaya penanganan cepat pada sistem persinyalan di Stasiun Tigaraksa tersebut akhirnya dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 06.59 WIB, sehingga arus perjalanan kereta berangsur normal kembali sebelum terjadinya insiden pada malam hari. Pihak operator terus mengimbau para penumpang untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi rambu-rambu di sekitar area perlintasan sebidang maupun stasiun kereta api.