kalselupdate.id — Manchester United mengawali musim kompetisi 2026/2027 dengan rentetan hasil yang mengecewakan, memicu spekulasi terkait masa depan Michael Carrick di kursi manajer. Kendati jajaran petinggi klub sejauh ini masih menaruh kepercayaan kepada sang juru taktik, rumor mengenai calon suksesor mulai mengemuka seiring penurunan performa tim yang cukup signifikan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Catatan di lapangan menunjukkan Setan Merah belum mampu bangkit setelah gagal mengamankan satu pun kemenangan dalam lima pertandingan terakhir di semua ajang. Situasi semakin tertekan manakala Manchester United harus tersingkir lebih awal dari ajang Carabao Cup akibat menelan kekalahan dari Brighton.

Di kompetisi domestik Premier League, posisi Manchester United kian melorot hingga tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara. Posisi tersebut dinilai mengkhawatirkan karena Setan Merah kini hanya terpaut margin tiga poin dari Tottenham Hotspur yang terperosok di peringkat ke-18 zona degradasi.

Sebagaimana dilaporkan oleh talkSport, manajemen klub kabarnya mulai mempertimbangkan langkah antisipasi dengan membidik tiga nama pelatih berkelas andai pemecatan terhadap Michael Carrick pada akhirnya tidak terhindarkan.

Sosok pertama yang masuk ke dalam daftar incaran adalah Antonio Conte. Mantan pelatih berpengalaman tersebut saat ini berstatus tanpa klub dan dinilai memiliki mentalitas juara berkat rekam jejaknya yang pernah membawa Chelsea menjuarai kompetisi kasta tertinggi Inggris, Premier League.

Nama kedua yang santer dikaitkan dengan klub Old Trafford adalah Julian Nagelsmann. Pelatih muda yang terakhir kali menukangi Tim Nasional Jerman itu juga masih belum terikat kontrak dengan klub mana pun, sehingga menjadi opsi potensial yang dapat direkrut secara langsung tanpa kendala kontrak berjalan.

Sementara itu, opsi ketiga jatuh kepada Fabian Hurzeler yang tengah menukangi Brighton. Pelatih muda tersebut dinilai sukses menunjukkan kapasitas kepemimpinannya setelah membawa Brighton tampil impresif sebagai tim kuda hitam yang konsisten merepotkan lawan sejak kedatangannya pada tahun 2024.

Walaupun manajemen dan jajaran pimpinan Manchester United hingga saat ini masih memberikan dukungan moral kepada Carrick untuk memperbaiki performa tim, ketidakpastian di level tertinggi sepak bola Inggris tetap membuka segala kemungkinan. Kelanjutan masa kerja Carrick di Old Trafford diperkirakan akan sangat bergantung pada hasil-hasil krusial dalam rangkaian pertandingan berikutnya.