kalselupdate.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertahan di zona merah pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Hingga akhir sesi pertama, indeks utama bursa domestik tersebut tercatat berada di level 5.814,72 atau mengalami koreksi tajam sebesar 128,30 poin yang setara dengan penurunan 2,16 persen.
Kondisi pasar yang tertekan ini sejalan dengan aksi jual bersih atau net foreign sell yang dilakukan oleh investor asing. Data menunjukkan bahwa pelaku pasar asing mencatatkan nilai penjualan bersih mencapai Rp182,94 miliar di seluruh pasar sepanjang sesi pagi hingga siang hari ini.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, total nilai transaksi pembelian oleh investor asing tercatat sebesar Rp1,85 triliun, sementara di sisi lain, nilai penjualan mereka juga berada di kisaran angka yang sama yakni Rp1,85 triliun. Ketidakseimbangan arus modal masuk dan keluar ini menjadi salah satu pemicu utama tekanan pada pergerakan indeks hari ini.
Emiten sektor telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), memimpin daftar saham yang paling banyak dilepas oleh asing dengan catatan net sell sebesar Rp34,93 miliar atau setara dengan 15,77 juta lembar saham. Tekanan jual juga dialami oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan nilai Rp25,86 miliar.
Daftar saham yang mencatatkan arus keluar modal asing signifikan lainnya meliputi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp18,11 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp16,16 miliar, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp14,57 miliar. Selain itu, emiten komoditas dan energi seperti PT Timah Tbk (TINS), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga tidak luput dari aksi jual asing masing-masing sebesar Rp13,48 miliar, Rp12,32 miliar, dan Rp11,82 miliar.
Di sisi lain, terdapat pula sejumlah saham yang justru diburu oleh investor asing di tengah sentimen negatif pasar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi emiten yang paling banyak diborong dengan nilai net buy mencapai Rp104,89 miliar atau sebanyak 17,28 juta saham. Posisi berikutnya ditempati oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan nilai beli bersih Rp47,74 miliar serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp43,37 miliar.
Selain perbankan, investor asing juga mengakumulasi saham-saham di sektor lain seperti PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dengan nilai Rp14,19 miliar dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) sebesar Rp13,45 miliar. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) turut mencatatkan volume beli yang cukup besar mencapai 218,62 juta saham dengan nilai Rp13,19 miliar.
Sentimen pasar yang volatil ini mencerminkan kehati-hatian investor dalam merespons dinamika ekonomi makro terkini. Meski aksi jual masih mendominasi di banyak sektor, aliran modal yang masuk ke saham-saham berkapitalisasi besar seperti perbankan tetap menjadi indikator bahwa pelaku pasar masih menjaga posisi pada aset yang dianggap lebih stabil di tengah tekanan indeks secara keseluruhan.


