kalselupdate.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (15/10/2026), diproyeksikan akan menghadapi tekanan koreksi dengan rentang pergerakan berada di level 5.744 hingga 5.794. Para pelaku pasar diminta untuk tetap waspada terhadap potensi pelemahan ini, meskipun skenario terbaik menunjukkan bahwa koreksi tersebut mungkin hanya akan menguji area support di level 5.897 hingga 5.940 sebelum akhirnya kembali menunjukkan penguatan untuk menembus rentang 5.989 hingga 6.014.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Secara teknikal, posisi indeks saat ini diidentifikasi sedang berada dalam bagian dari wave v dari wave a dari wave (x) dalam label hitam. Level support IHSG ditetapkan berada pada angka 5.887 dan 5.744, sementara untuk level resistance berada pada angka 6.216 dan 6.296. Sebelumnya, IHSG sempat mencatatkan penguatan sebesar 0,29 persen ke posisi 5.943, namun pergerakan tersebut masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung melemah atau mengecil.

“Saat ini, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave v dari wave a dari wave (x) pada label hitam,” ungkap riset dari MNC Sekuritas.

Dalam memitigasi risiko di tengah fluktuasi pasar, terdapat beberapa saham yang mendapatkan perhatian khusus dari analis untuk perdagangan hari ini. Saham ADMR yang sebelumnya terkoreksi 3,09 persen ke harga Rp1.410 disertai tekanan jual, disarankan untuk strategi buy on weakness di kisaran Rp1.365 hingga Rp1.405. Target harga untuk ADMR dipatok pada level Rp1.525 hingga Rp1.575 dengan batas stoploss di bawah harga Rp1.330, mengingat posisi saham ini sedang berada pada bagian dari wave v dari wave a dari wave (b).

Selanjutnya, saham BRMS yang sempat menguat ke level Rp555 dengan volume yang mengecil, juga direkomendasikan melalui strategi buy on weakness pada rentang harga Rp520 hingga Rp540. Analis memperkirakan posisi BRMS saat ini sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C) dari wave [B]. Target harga untuk saham ini berada pada level Rp615 hingga Rp655 dengan catatan stoploss harus dilakukan jika harga turun di bawah Rp505.

Untuk saham ISAT, strategi yang disarankan adalah trading buy pada rentang Rp2.060 hingga Rp2.090, menyusul penguatan sebelumnya sebesar 3,41 persen ke level Rp2.120 yang masih didominasi volume pembelian yang solid. ISAT saat ini diprediksi sedang membentuk bagian dari wave iv dari wave (c) dengan target harga Rp2.140 hingga Rp2.180 serta batas stoploss di bawah Rp2.030.

Terakhir, saham ENRG yang terkoreksi 1,06 persen ke level Rp935 dengan munculnya tekanan jual, dapat diperhatikan melalui strategi buy on weakness pada harga Rp920 hingga Rp935. Posisi ENRG saat ini diperkirakan sedang berada pada awal wave (C) dari wave [B]. Para investor disarankan untuk menargetkan harga di level Rp1.010 hingga Rp1.045 dengan menempatkan stoploss di bawah level harga Rp905 sebagai langkah antisipasi terhadap risiko penurunan lebih lanjut.