kalselupdate.id — Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, melontarkan pernyataan bernada jenaka saat memberikan orasi ilmiah dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-68 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran, Bandung, pada Rabu (14/10/2026). Di sela-sela penyampaian orasinya, SBY sempat menyinggung kondisi kesehatannya yang sedang mengalami batuk namun ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak terkait dengan infeksi influenza tipe A.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sebelum memulai pemaparan, SBY memohon permakluman kepada para audiens yang hadir apabila ia sesekali harus berhenti berbicara akibat batuk. Ia memastikan bahwa kondisinya dalam keadaan aman dan tetap dapat menjalankan agenda orasi ilmiah tersebut. SBY mengakui bahwa batuk yang dialaminya terkadang memang cukup mengganggu aktivitas pribadinya, terutama saat ia sedang menekuni hobi melukis yang memerlukan ketenangan serta konsentrasi penuh.

“Kalau yang batuk Pak Prabowo, hati-hati. Kalau batuknya keras, nilai tukar rupiah dan saham bisa jatuh,” ujar Susilo Bambang Yudhoyono.

Kelakar tersebut dilontarkan SBY sebagai bentuk gambaran mengenai betapa krusialnya peran seorang kepala negara terhadap stabilitas ekonomi nasional. Dengan nada santai, ia memberikan ilustrasi bahwa setiap gerak-gerik atau kondisi kesehatan seorang Presiden, dalam hal ini Prabowo Subianto, memiliki pengaruh psikologis yang cukup besar bagi para pelaku pasar keuangan dan investor di Indonesia.

Meskipun melontarkan candaan mengenai dampak batuk terhadap nilai tukar rupiah dan pergerakan indeks harga saham, SBY tetap menunjukkan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menutup bagian tersebut dengan menyampaikan harapan agar Prabowo senantiasa diberikan kesehatan yang prima sehingga dapat memimpin jalannya roda pemerintahan negara dengan baik dan optimal.

Orasi ilmiah yang disampaikan oleh SBY dalam perayaan Dies Natalis FISIP Unpad ini menjadi sorotan karena menggabungkan substansi akademik dengan interaksi yang cair dan akrab bersama audiens. Meski sempat diselingi gurauan, SBY tetap menegaskan pentingnya memisahkan orasi ilmiah yang disampaikannya dengan kepentingan politik praktis. Kehadiran beliau dalam acara tersebut disambut antusias oleh sivitas akademika Universitas Padjadjaran yang mengikuti rangkaian perayaan ulang tahun ke-68 fakultas tersebut.