kalselupdate.id — Wilayah Bali saat ini tengah mengalami kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak signifikan pada mobilitas masyarakat di berbagai daerah. Fenomena ini terlihat dari antrean kendaraan yang mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak Selasa (13/10/2026), menyebabkan kemacetan di beberapa jalur utama.
Antrean panjang terpantau terjadi di berbagai titik strategis, mulai dari SPBU Kelurahan Kapal di Kecamatan Mengwi yang terletak di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, hingga kawasan padat penduduk di Dalung Permai. Kondisi serupa juga melanda wilayah Badung bagian selatan, yang mencakup destinasi wisata utama seperti Nusa Dua, Jimbaran, hingga Uluwatu, di mana banyak pengendara harus menunggu selama lebih dari satu jam untuk mendapatkan giliran pengisian bahan bakar.
Banyak pengendara mengeluhkan lamanya waktu tunggu karena pasokan yang terbatas di lapangan. Di SPBU Kelurahan Kapal, antrean paling panjang terjadi pada lajur khusus Pertalite, yang menjadi jenis bahan bakar paling banyak dicari oleh masyarakat. Beberapa pengendara bahkan mengaku sempat berpindah-pindah lokasi mencari SPBU yang masih memiliki stok mencukupi, namun tetap menemukan kondisi serupa yakni antrean yang sudah padat sejak sore hari.
“Kami di Polres Badung dan jajaran, Polsek jajaran memastikan antrean dapat lancar, terutama yang mungkin berdampak kepada arus lalu lintas. Kami menjamin dan meyakinkan agar masyarakat tidak panik,” tegas Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba.
Pihak kepolisian telah merespons situasi ini dengan menerjunkan personel pengamanan di titik-titik SPBU yang mengalami kepadatan tinggi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi potensi kemacetan lalu lintas yang lebih parah di jalur-jalur utama yang terdampak antrean kendaraan.
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menjelaskan bahwa kepadatan yang terjadi di sejumlah SPBU wilayah Badung merupakan imbas dari adanya kendala teknis pada proses distribusi pasokan BBM dari pihak penyedia. Kendala teknis ini mengakibatkan ritme pengiriman ke SPBU tidak selancar biasanya, sehingga memicu penumpukan pembeli yang khawatir akan kehabisan stok bahan bakar.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan yang dapat memperparah kondisi di lapangan. Hingga saat ini, pihak berwenang terus melakukan koordinasi dengan penyedia pasokan agar distribusi bahan bakar ke seluruh SPBU di Bali dapat kembali normal dalam waktu dekat dan arus lalu lintas di kawasan wisata serta jalur utama dapat terurai sepenuhnya.

