kalselupdate.id — Pebalap Ducati Marc Marquez memilih untuk tetap fokus pada penampilannya sendiri dan tidak berspekulasi mengenai peta persaingan gelar juara dunia setelah rival utamanya, Jorge Martin, dipastikan mundur dari sisa rangkaian MotoGP Malaysia 2026. Keputusan pengunduran diri pebalap tim Aprilia tersebut diambil setelah menjalani sesi latihan bebas terakhir di Sirkuit Sepang pada Sabtu (31/10/2026).
Jorge Martin terpaksa menyudahi kiprahnya di Sepang lantaran masih mengalami hambatan fisik akibat cedera patah tulang pergelangan tangan kanan. Cedera tersebut didapat sang pebalap Spanyol ketika mengalami kecelakaan hebat dalam sesi Sprint Race pada gelaran MotoGP Australia yang berlangsung pekan sebelumnya. Meski berada dalam kondisi cedera, Martin sempat memaksakan diri untuk menguji ketahanan fisiknya di lintasan.
Sebelumnya, tim medis telah menyatakan Martin fit untuk mengikutsertakan dirinya dalam sesi latihan pada hari Jumat. Namun, kendala fisik berlanjut saat ia mencoba mengarungi sesi latihan bebas terakhir pada Sabtu pagi. Pebalap bernomor start tersebut hanya sanggup menyelesaikan delapan putaran sebelum akhirnya menyadari bahwa fisiknya belum siap untuk bertarung dalam intensitas tinggi, yang berujung pada keputusan pengunduran diri.
Mundurnya Martin dari balapan di Sirkuit Sepang secara matematis memberikan keuntungan besar bagi Marc Marquez dalam perburuan gelar juara dunia musim ini. Sebelum balapan di Malaysia dimulai, Martin hanya tertinggal 10 poin di belakang Marquez. Apabila Marquez berhasil mengamankan kemenangan manis dalam sesi Sprint Race sekaligus balapan utama di Sepang, keunggulannya di puncak klasemen bisa melesat pesat hingga berjarak 47 poin dari sang rival.
Kendati posisi di klasemen sementara sangat menguntungkan dirinya, Marquez enggan jemawa atau larut dalam pembahasan situasi yang dialami Martin. Sang juara dunia delapan kali tersebut memilih untuk mencurahkan perhatian penuh pada kesiapan teknis dan strategi balapannya sendiri. Dalam sesi kualifikasi yang berlangsung sengit, Marquez berhasil mengamankan posisi start kedua, persis di belakang adik kandungnya, Alex Marquez, yang merebut posisi terdepan.
“Kami berkonsentrasi pada diri sendiri dan sudah melakukan yang terbaik, tetapi Alex memang lebih cepat dari kami. Bagi saya, itu lap yang sangat bagus,” ujar Marc Marquez di area parc ferme usai kualifikasi.
Marquez menegaskan bahwa target utamanya sejak awal pekan balapan adalah memastikan diri mengawali balapan dari baris terdepan demi menjaga kestabilan ritme. Ia pun bertekad untuk mengerahkan seluruh kemampuannya pada dua sesi balapan mendatang. Di samping persaingan sengit di lintasan, Marquez juga menyampaikan kepeduliannya serta berharap agar Martin dapat segera pulih dari cedera pergelangan tangan yang mengganggunya.
Simpati atas nasib yang menimpa Martin tidak hanya datang dari para pebalap, melainkan juga dari manajemen tim Ducati. Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, turut melayangkan apresiasi yang tinggi terhadap semangat juang pebalap Aprilia tersebut. Tardozzi mengakui ketangguhan Martin yang telah mengerahkan seluruh upaya agar bisa tampil demi meraih poin krusial meski harus menahan rasa sakit.
“Itulah balapan, tetapi kami sangat menyayangkan kondisi Jorge. Secara pribadi, saya sangat bangga dia sudah berusaha keras untuk mengumpulkan beberapa poin,” tutur Manajer Tim Ducati Davide Tardozzi.
Tardozzi menambahkan bahwa langkah yang diambil oleh Martin dan timnya untuk mundur dari balapan di Malaysia merupakan keputusan yang sangat bijak. Fokus pemulihan kondisi fisik dinilai jauh lebih penting ketimbang memaksakan diri membalap dengan risiko cedera yang lebih parah, sehingga Martin diharapkan dapat kembali tampil kompetitif pada seri-seri penutup mendatang.


