kalselupdate.id — Tentara Nasional Indonesia (TNI) bergerak cepat mendalami informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan penggunaan sebuah rumah dinas di Kompleks KPAD Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, sebagai markas aktivitas judi online. Penyelidikan intensif langsung dilakukan guna memastikan kebenaran informasi tersebut serta menindaklanjuti potensi pelanggaran hukum di lingkungan militer.
Informasi tersebut pertama kali mencuat setelah sebuah rekaman video diunggah oleh akun Instagram @badanperwakilannetzen2 pada hari Rabu. Dalam narasi unggahan itu disebutkan bahwa pengambilan video dilakukan pada hari Minggu di kawasan Kompleks Komando Pasukan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur. Video tersebut dengan cepat menarik perhatian publik dan memicu perbincangan hangat di jejaring sosial.
Rekaman video memperlihatkan situasi di dalam sebuah ruangan yang dipenuhi oleh sejumlah unit komputer yang sedang menyala. Beberapa orang tampak berada di dalam ruangan tersebut untuk mengoperasikan perangkat komputer. Perekam video yang mengambil gambar secara sembunyi-sembunyi mencurigai aktivitas di dalam rumah dinas berpagar tinggi tersebut sebagai tempat pengoperasian judi online.
“Wah ini ada yang enggak beres nih, pantesan pagar tinggi. Ini kayak judi online nih. Jangan ada yang keluar rumah ya,” ujar perekam dalam video tersebut.
Menanggapi keresahan masyarakat dan viralnya video tersebut, Markas Besar TNI langsung mengambil langkah tegas dengan melakukan pemeriksaan di lapangan. Pihak berwenang berkomitmen untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan fasilitas negara tersebut agar tidak mencederai institusi pertahanan negara.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas mengonfirmasi bahwa pihaknya telah merespons cepat laporan masyarakat tersebut. Saat ini, jajaran terkait sedang melakukan pendalaman mendalam untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik rekaman video yang beredar luas.
“Sedang didalami,” kata Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas saat memberikan konfirmasi mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.
Lebih lanjut, Mayjen Muhammad Nas menjelaskan bahwa proses pemeriksaan tidak hanya menyasar pada warga sipil yang berada di lokasi kejadian, melainkan juga melibatkan personel militer. Seluruh pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam aktivitas di rumah dinas tersebut kini tengah dimintai keterangan oleh tim penyelidik.
“Semua diperiksa,” tegas Mayjen Muhammad Nas saat ditanya mengenai keterlibatan anggota militer dalam kasus dugaan markas judi online tersebut.
Langkah penyelidikan ini sejalan dengan komitmen tegas panglima TNI dan pemerintah dalam memberantas segala bentuk praktik judi online di tanah air, khususnya yang melibatkan fasilitas dinas maupun personel militer. Penggunaan rumah dinas militer secara ketat diatur hanya untuk kepentingan dinas dan kesejahteraan prajurit beserta keluarganya, bukan untuk kegiatan ilegal yang melanggar hukum pidana.
Apabila dalam proses penyelidikan nanti terbukti ada pelanggaran hukum atau keterlibatan oknum prajurit, TNI dipastikan akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan aturan hukum militer yang berlaku. Penertiban terhadap aset-aset dinas militer juga terus diperketat guna mencegah terjadinya penyalahgunaan serupa di masa mendatang.


