kalselupdate.id — Pihak penyelenggara kompetisi, ILeague, secara resmi telah merampungkan proses pengundian grup untuk turnamen Indonesia League Cup atau Piala Indonesia musim 2026/2027 pada Rabu (7/10/2026). Turnamen edisi perdana ini dijadwalkan mulai bergulir pada 3 November 2026 dengan melibatkan partisipasi total 38 klub sepak bola dari berbagai wilayah di Indonesia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam pengundian tersebut, Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda mendapatkan hak istimewa dengan langsung menempati posisi di babak perempat final. Keuntungan ini diberikan kepada kedua klub sebagai apresiasi atas pencapaian mereka pada kompetisi Super League musim 2025/2026, di mana Persib Bandung keluar sebagai juara dan Borneo FC Samarinda menempati posisi runner-up. Kepastian status ini sekaligus membuat persaingan di babak penyisihan menjadi semakin krusial bagi 36 tim lainnya yang harus berjuang dari nol.

Sebanyak 36 klub yang tersisa akan dibagi ke dalam 12 grup yang tersebar merata di Wilayah Barat dan Wilayah Timur. Setiap grup berisikan tiga tim yang akan saling berhadapan, dengan aturan ketat bahwa hanya juara grup yang berhak melaju ke fase knock-out. Selain tiket kelolosan, catatan statistik selama fase grup akan menjadi penentu utama bagi tim yang berhak menyandang status tuan rumah pada babak penyisihan berikutnya.

Format kompetisi pada fase knock-out akan menggunakan skema persilangan wilayah atau cross zone. Setelah melewati babak tersebut, enam pemenang akan terpilih untuk melengkapi slot delapan besar bersama Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda. Mekanisme penentuan tuan rumah pada perempat final nantinya akan dilakukan melalui proses pengundian ulang, berbeda dengan fase sebelumnya yang mengandalkan keunggulan statistik.

Perjalanan turnamen akan terus berlanjut hingga mencapai babak semifinal yang menggunakan format single match. Puncaknya, dua tim terbaik akan bertarung di laga final untuk memperebutkan gelar juara perdana dalam sejarah turnamen ini. Kepastian jadwal dan format ini diharapkan mampu menjaga iklim kompetisi sepak bola tanah air tetap kompetitif dan menarik bagi para pendukung klub masing-masing.

Pembagian grup untuk Zona Barat 1 terdiri dari Grup A yang diisi Persija Jakarta, Sumsel United, dan PSMS Medan. Grup B mencakup Bhayangkara FC, Semen Padang FC, dan PSPS Pekanbaru. Sementara Grup C dihuni oleh Dewa United, Persita, serta Persiraja Banda Aceh. Untuk Zona Barat 2, Grup D diisi Java United FC, Adhyaksa FC, dan PSIS Semarang. Grup E terdiri dari PSIM Yogyakarta, Persikad, serta Persiku Kudus. Sedangkan Grup F dihuni Garudayaksa FC, PSS Sleman, dan PSGC Ciamis.

Di sisi lain, untuk Wilayah Timur 1, Grup G diisi oleh Persebaya Surabaya, PSBS Biak, dan Tornado FC. Grup H mempertemukan Persik Kediri, Persis Solo, dan Deltras FC. Grup I terdiri dari Persijap Jepara, Madura United FC, serta Persela Lamongan. Untuk Wilayah Timur 2, Grup J diisi Bali United FC, PS Barito Putera, dan Persiba Balikpapan. Grup K mencakup PSM Makassar, Persipura Jayapura, dan De Red FC. Terakhir, Grup L dihuni oleh Arema FC, Isenmulang Kalteng FC, dan Rans Nusantara FC.

Seluruh klub yang terlibat kini memiliki waktu persiapan yang cukup sebelum jadwal kick-off dimulai awal bulan depan. Pihak penyelenggara menegaskan bahwa setiap tahapan kompetisi dirancang untuk memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh tim dalam membuktikan kualitas mereka di lapangan hijau. Seluruh mata pecinta sepak bola nasional kini tertuju pada persaingan sengit yang akan tersaji sejak hari pembukaan turnamen.