kalselupdate.id — Singgih Gunarsa, ayah dari korban pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa (17), meluapkan emosinya saat menghadiri proses reka ulang kasus yang menimpa anaknya di Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (7/10/2026). Peristiwa tersebut terjadi ketika tersangka berinisial Mahendra Very Dwi Anggara (22) baru saja tiba di lokasi reka ulang pertama yang berlokasi di sebuah rumah kos di kawasan Candisari, Semarang, sekitar pukul 10.15 WIB.
Suasana sempat memanas saat Singgih yang tidak kuasa menahan amarah melayangkan pukulan kepada tersangka yang sedang dikawal petugas kepolisian. Aparat kepolisian di lokasi kejadian dengan sigap melakukan pengamanan dan melerai tindakan tersebut agar proses rekonstruksi dapat tetap berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Pertemuan tatap muka ini menjadi yang pertama kalinya bagi Singgih setelah kejadian tragis yang merenggut nyawa putrinya tersebut.
“Pastilah sangat emosional, karena jika Anda menjadi orang tua dan mengalami hal serupa, tentu akan merasakan sakit yang luar biasa melihat kondisi anak kita diperlakukan seperti itu,” ujar Singgih Gunarsa di sela-sela proses reka ulang.
Dalam kesempatan tersebut, Singgih menyoroti detail jalannya reka ulang yang dilakukan oleh penyidik kepolisian. Ia menilai tersangka mampu memperagakan setiap adegan dengan sangat spesifik, meskipun peristiwa pembunuhan itu sendiri telah berlalu selama satu tahun. Ketajaman ingatan tersangka dalam melakukan reka ulang di lokasi kejadian, mulai dari rumah kos hingga tempat pembuangan jenazah di kawasan Jangli, Tembalang, membuat pihak keluarga menduga bahwa aksi keji tersebut telah direncanakan sebelumnya oleh pelaku.
Singgih menyatakan bahwa pihak keluarga berharap proses hukum terhadap Mahendra Very Dwi Anggara dapat berjalan transparan dan memberikan ganjaran yang setimpal atas perbuatannya. Menurutnya, rekonstruksi yang detail ini menjadi bagian penting untuk memperkuat pembuktian di mata hukum, sehingga nantinya dapat menjadi pertimbangan bagi jaksa dan hakim dalam memberikan vonis hukuman yang berat sesuai dengan perbuatan tersangka.
Keluarga korban kini menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian hingga kejaksaan, untuk menuntaskan kasus ini hingga ke pengadilan. Singgih menegaskan bahwa kehadiran keluarga dalam setiap tahapan proses hukum merupakan upaya untuk memastikan keadilan bagi mendiang Mozza Axillia dapat terwujud. Hingga saat ini, pihak keluarga masih terus mengikuti perkembangan tahapan persidangan yang akan datang untuk mengawal jalannya penegakan hukum terhadap pelaku pembunuhan tersebut.


