kalselupdate.id — Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menerima kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta. Pertemuan bilateral kedua menteri tersebut secara khusus membahas rencana integrasi jaringan gas bumi (jargas) dan pasokan listrik berbasis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ke dalam proyek-proyek perumahan yang tengah disiapkan pemerintah.
Bahlil menjelaskan bahwa koordinasi lintas kementerian ini difokuskan pada pengaplikasian infrastruktur energi terbarukan langsung ke kawasan hunian masyarakat. Konsep tersebut dirancang untuk memastikan permukiman yang dikembangkan oleh Kementerian PKP tidak hanya menyediakan bangunan fisik rumah, melainkan juga langsung ditopang fasilitas energi mandiri yang ramah lingkungan dan terjangkau sejak awal pembangunan.
“Tadi kita membahas tentang konsep pembangunan perumahan yang akan memakai jaringan gas dan listrik yang berbasis PLTS di beberapa kawasan yang akan dikembangkan oleh Pak Menteri Perumahan,” ujar Bahlil Lahadalia.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa implementasi konsep hunian terintegrasi energi ini diprioritaskan berada di sekitar wilayah kawasan industri. Penempatan perumahan di dekat pusat kegiatan ekonomi tersebut bertujuan mempermudah mobilitas para pekerja industri, mempercepat penyediaan tempat tinggal, serta menekan biaya transportasi harian masyarakat.
Maruarar menambahkan bahwa jajarannya saat ini bergerak cepat merumuskan regulasi pendukung serta kajian teknis yang mendalam. Selain merampungkan payung hukum, pemerintah berencana membuka peluang kolaborasi dengan para investor agar perencanaan tata ruang dan konstruksi perumahan dapat dirancang dengan matang sejak tahap awal.
“Jadi bagaimana juga itu akan ada suatu lompatan-lompatan yang besar dalam penyiapan rumah, nanti juga bekerja sama dengan para investor sehingga bisa didesain dari awal dengan baik,” kata Maruarar Sirait.
Mengenai wilayah sasaran, Maruarar membeberkan beberapa lokasi potensial yang dibidik menjadi proyek percontohan hunian berbasis jargas dan PLTS. Daerah-daerah tersebut tersebar di sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan industri di Maluku Utara, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, hingga area Meikarta di Jawa Barat.
Secara spesifik untuk Meikarta, Maruarar menerangkan bahwa pengembangan perumahan tersebut memanfaatkan lahan hibah seluas 30 hektare dari Lippo. Adapun pelaksanaan konstruksi dan pembiayaan proyek percontohan tersebut rencananya dikoordinasikan bersama pengelola investasi Danantara, termasuk melibatkan Rosan Roeslani dan Dony Oskaria sesuai mandat Presiden.
Maruarar menegaskan bahwa sinergi lintas instansi dan pemanfaatan skema investasi strategis ini menjadi kunci utama untuk mempercepat realisasi program perumahan nasional. Melalui integrasi jaringan gas rumah tangga dan instalasi listrik tenaga surya, pemerintah berupaya menghadirkan kawasan permukiman berkelanjutan yang mampu menjawab kebutuhan hunian layak di sekitar kawasan industri.


