kalselupdate.id — Kelompok Houthi merilis pernyataan resmi yang membantah keterlibatan mereka dalam peluncuran drone ke wilayah kota suci Makkah, Arab Saudi. Bantahan tersebut disampaikan setelah koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengumumkan bahwa pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat tanpa awak (drone) yang mengarah ke area Makkah pada Jumat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Juru bicara militer kelompok Houthi, Yahya Saree, menegaskan bahwa pasukannya tidak melancarkan operasi militer apa pun yang mengincar wilayah kerajaan Arab Saudi pada hari tersebut. Kelompok yang mendapat dukungan dari Iran ini menilai pengumuman pihak Riyadh sebagai narasi yang tidak berdasar dan bermaksud menyudutkan posisi mereka dalam konflik yang sedang berlangsung.

“Klaim musuh, Arab Saudi, mengenai pencegatan sebuah drone di wilayah udara di atas Makkah adalah kebohongan besar dan keterlaluan,” tegas Yahya Saree.

Sebelumnya, koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyampaikan pengumuman resmi melalui media sosial X bahwa sistem pertahanan udara kerajaan terdeteksi menggagalkan potensi ancaman drone di atas kawasan Makkah. Pihak koalisi mengidentifikasi drone yang ditembak jatuh tersebut diluncurkan oleh milisi Houthi sebagai bagian dari tindakan terorisme lintas batas.

Dalam pengumuman resminya, koalisi militer Saudi tidak merinci informasi lebih lanjut mengenai keberadaan puing-puing drone maupun dampak kerusakan atau korban jiwa yang timbul akibat proses pencegatan udara di kawasan tersebut. Pihak otoritas hanya menegaskan kesiapan pertahanan udara kerajaan dalam menjaga area strategis dan fasilitas umum dari berbagai ancaman udara.

Tuduhan penyerangan ke Makkah bukan merupakan hal pertama yang dialamatkan kepada kelompok Houthi. Arab Saudi tercatat telah beberapa kali melaporkan adanya ancaman rudal balistik maupun drone yang diarahkan ke wilayah Makkah dalam beberapa periode konflik terakhir.

Meskipun demikian, kelompok Houthi secara konsisten berulang kali membantah tuduhan yang menyebut mereka menargetkan Makkah maupun Madinah. Kelompok tersebut menegaskan komitmen mereka untuk tidak menjadikan dua kota paling suci dalam agama Islam itu sebagai sasaran gempuran militer.

Insiden ancaman drone di Makkah terjadi di tengah eskalasi penyerangan lintas perbatasan yang belakangan ini kian meningkat antara milisi Houthi dan pihak militer Arab Saudi. Kelompok Houthi dilaporkan makin sering menggunakan kombinasi serangan rudal dan drone yang membidik sejumlah titik penting di wilayah kerajaan.

Sasaran penyerangan lintas batas tersebut mencakup instalasi militer, fasilitas infrastruktur energi vital, hingga objek vital sipil seperti bandar udara internasional. Kondisi ini membuat pertahanan udara Arab Saudi terus berada dalam tingkat kesiapsiagaan tinggi guna mengantisipasi gempuran mendadak.

Keterlibatan Arab Saudi dalam pertempuran ini dipicu oleh perannya sebagai pemimpin koalisi militer internasional yang memerangi Houthi di Yaman. Koalisi pimpinan Saudi beroperasi atas permintaan pemerintah sah Yaman untuk membantu merebut kembali wilayah-wilayah strategis yang dikuasai oleh milisi Houthi sejak beberapa tahun terakhir.

Sebagai bentuk tanggapan atas operasi udara koalisi yang kerap menyasar benteng-benteng pertahanan Houthi di Yaman, kelompok tersebut membalas dengan melancarkan gempuran langsung ke wilayah kedaulatan Arab Saudi. Tindakan saling balas ini memicu lingkaran kekerasan yang sulit diredam di kawasan Semenanjung Arab.

Sebelum pengumuman insiden drone di Makkah, militer Arab Saudi juga melaporkan gempuran rudal yang menyasar wilayah ibu kota. Pada hari Kamis, pertahanan udara kerajaan mengumumkan keberhasilan menjatuhkan dua rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Houthi ke arah Riyadh.

Juru bicara koalisi militer pimpinan Saudi memberikan konfirmasi langsung mengenai pencegatan dua rudal yang mengancam wilayah ibu kota tersebut. Pihak militer menegaskan bahwa sistem pelacak rudal telah bekerja secara optimal untuk menggagalkan gempuran sebelum mencapai target sasaran.

“Pertahanan udara telah mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi ke arah Riyadh,” kata Mayor Jenderal Turki Al-Maliki.

Sehari sebelum pengumuman pencegatan rudal di Riyadh, otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi melaporkan dampak kerugian dari serangan balistik sebelumnya. Jatuhnya serpihan dan puing-puing dari dua rudal balistik yang berhasil ditembak jatuh memicu kerusakan fisik pada beberapa fasilitas warga di area terdampak.

Berdasarkan laporan resmi pertahanan sipil, serpihan materi rudal tersebut menimpa sebuah bangunan pemukiman, lokasi proyek konstruksi bangunan, serta merusak satu unit kendaraan yang terparkir di sekitar area lokasi kejadian. Meski demikian, pihak berwenang tidak melaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa penurunan puing tersebut.

Pemerintah Arab Saudi secara tegas dan berulang kali mengecam setiap aksi penyerangan rudal dan drone yang diarahkan oleh Houthi ke wilayahnya sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara. Riyadh menegaskan hak penuh kerajaan untuk mengambil seluruh tindakan yang diperlukan demi melindungi integritas wilayah serta menjamin keselamatan warga negaranya.