kalselupdate.id — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengeluarkan imbauan resmi bagi seluruh jemaah umrah asal Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam menentukan rute perjalanan menuju Arab Saudi. Langkah ini diambil sebagai respons atas insiden serangan kembali yang terjadi di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, pada Kamis (22/10/2026). Dalam situasi keamanan yang masih dinamis di kawasan Timur Tengah, otoritas terkait menyarankan penggunaan maskapai yang menyediakan penerbangan langsung menuju Madinah maupun Jeddah guna meminimalisasi risiko keamanan selama dalam perjalanan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peristiwa serangan di Bandara King Fahd tersebut dilaporkan menyebabkan satu orang meninggal dunia dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka. Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi menyatakan bahwa serangan itu juga mengakibatkan sejumlah kerusakan material yang saat ini masih dalam tahap penilaian lebih lanjut oleh tim teknis. Di sisi lain, Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman, Brigadir Jenderal Turki al-Malki, mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka telah berhasil mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak atau drone yang menargetkan wilayah di Provinsi Timur.

“Saat ini kita mengimbau jamaah agar memilih maskapai yang terbang direct ke Madinah dan Jeddah, bukan maskapai yang transit,” tegas Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Selain mengimbau terkait pemilihan maskapai, Dahnil juga menekankan pentingnya bagi jemaah umrah untuk tetap menjaga fokus utama selama berada di Tanah Suci. Dia meminta agar jemaah tidak melakukan perjalanan wisata ke luar dari wilayah Makkah dan Madinah selama masa ibadah mereka berlangsung. Hal ini dinilai sebagai langkah preventif untuk menjaga keselamatan serta kenyamanan jemaah di tengah situasi regional yang sedang memanas. Pihaknya berharap agar negara-negara yang saat ini terlibat dalam konflik dapat menahan diri demi terciptanya perdamaian dan kemanusiaan di Timur Tengah.

Dahnil menjelaskan bahwa berdasarkan data terbaru yang diterima, otoritas Kerajaan Arab Saudi memastikan bahwa seluruh operasional penerbangan dan kegiatan ibadah di dua kota suci masih berjalan dengan aman dan terkendali. Kondisi tersebut juga dikuatkan oleh catatan pemantauan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak berwenang di Saudi. Koordinasi antarlembaga ini menjadi prioritas utama pemerintah demi menjamin perlindungan warga negara Indonesia serta menjaga stabilitas hubungan diplomatik kedua negara.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi secara berkala. Segala kebijakan yang menyangkut keberangkatan jemaah umrah selalu didasarkan pada analisis situasi terkini dan pertimbangan keselamatan jemaah sebagai aspek paling krusial. Hingga saat ini, belum ada penghentian kegiatan ibadah umrah, namun ketertiban dan kepatuhan jemaah terhadap arahan otoritas setempat tetap menjadi syarat utama bagi keberlangsungan ibadah para tamu Allah di Tanah Suci.