kalselupdate.id — Sebuah insiden ledakan tabung oksigen terjadi di area operasional PT Sinergi Berkat Gasindo, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu, 7 Oktober 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa nahas tersebut mengakibatkan satu orang pekerja meninggal dunia di tempat kejadian, sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka akibat hantaman ledakan dan serpihan material di lokasi pabrik.
Ledakan dilaporkan terjadi saat para pekerja tengah melakukan aktivitas pengisian tabung oksigen berukuran 48 hingga 50 kilogram yang disuplai dari tabung utama berkapasitas 10 ton. Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, suara ledakan terdengar sangat keras sesaat setelah salah satu korban menutup valve tabung oksigen. Tak lama kemudian, kepulan asap tebal berwarna cokelat menyelimuti area sekitar pabrik tersebut.
“Peristiwa terjadi saat proses pengisian tabung oksigen berukuran sekitar 48 hingga 50 kilogram dari tabung utama berkapasitas 10 ton,” ujar Kapolsek Kelapa Gading Kompol Girindra Wardana.
Korban meninggal dunia diidentifikasi bernama Slamat Nur Alimin, seorang pria berusia 19 tahun. Korban diketahui sempat mencoba mundur satu langkah setelah menutup valve sebelum ledakan hebat menghantam dirinya. Akibat ledakan tersebut, Slamat mengalami luka serius di sekujur tubuh, termasuk patah tulang rusuk serta cedera berat pada bagian kepala dan organ dalam yang membuat nyawanya tidak tertolong di lokasi kejadian.
Sementara itu, rekan kerja korban yang bernama Tedi Irawan (47) dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Tedi menderita luka sobek pada bagian pundak kiri serta mengalami pembengkakan pada kaki kanannya. Korban luka saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Gading Pluit untuk penanganan medis lebih lanjut atas cedera yang dideritanya.
Dampak dari ledakan tersebut tidak hanya terbatas pada korban jiwa, namun juga menimbulkan kerusakan materiil di sekitar lokasi. Pecahan besi dari tabung yang meledak terlempar dengan kekuatan besar hingga menembus kaca depan sebuah mobil pikap dengan pelat nomor B-9364-TAF yang berada di dekat area pengisian. Selain itu, gelombang kejut dari ledakan tersebut dilaporkan turut merusak bagian atap rumah warga yang terletak di kawasan RT 05 RW 02 Kelapa Gading milik seorang warga bernama Muniroh.
Pihak kepolisian dari Polsek Kelapa Gading telah mengambil langkah cepat dengan mengamankan lokasi kejadian menggunakan garis polisi. Tim identifikasi juga telah dikerahkan ke lokasi untuk mengumpulkan bukti-bukti serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab teknis ledakan tersebut melalui pemeriksaan saksi-saksi di lapangan.
Kompol Girindra Wardana menambahkan bahwa seluruh proses penyelidikan sedang dilakukan secara komprehensif oleh jajarannya. Pihaknya berkomitmen untuk mengungkap penyebab pasti mengapa proses pengisian gas tersebut berujung pada kecelakaan fatal yang memakan korban jiwa. Kasus ini kini berada dalam penanganan penuh Polsek Kelapa Gading guna memastikan apakah terdapat unsur kelalaian atau murni kecelakaan teknis dalam operasional perusahaan tersebut.


