kalselupdate.id — Persija Jakarta menelan kekalahan perdana pada musim kompetisi Super League 2026/2027 setelah takluk 2-3 dari tuan rumah Persita Tangerang. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Internasional Banten pada Sabtu malam tersebut menjadi laga yang menguras emosi dan fisik bagi kedua kesebelasan, sekaligus memutus rekor impresif skuad asuhan Shin Tae-yong yang sebelumnya belum tersentuh kekalahan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Persita Tangerang tampil agresif sejak menit awal dan berhasil membuka keunggulan melalui sundulan Luquinhas pada menit kelima. Gol cepat yang bermula dari umpan akurat Rayco Rodriguez tersebut sempat mengejutkan lini pertahanan Macan Kemayoran. Namun, Persija merespons dengan cepat pada menit ke-18 melalui aksi Fabio Calonego yang memanfaatkan kelengahan barisan belakang tuan rumah, sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Situasi sempat tidak menentu ketika pertandingan babak kedua harus ditunda selama 30 menit akibat kondisi di sekitar area stadion yang tidak kondusif. Setelah laga dilanjutkan, tensi permainan justru meningkat drastis. Persita kembali memimpin pada menit ke-61 lewat tembakan jarak jauh Rayco Rodriguez yang memanfaatkan skema sepak sudut, menambah tekanan bagi tim tamu untuk mengejar ketertinggalan.

Persija mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan setelah Rayhan Hannan dijatuhkan oleh Dion Markx di area terlarang. Melalui tinjauan VAR yang cukup ketat, wasit Rio Permana Putra akhirnya memutuskan memberikan tendangan penalti bagi Persija. Alexander Jeremejeff yang bertindak sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan tenang pada menit ke-74, membuat papan skor kembali menunjukkan angka imbang 2-2.

Drama memuncak di masa injury time babak kedua ketika koordinasi pertahanan Persija tampak longgar akibat kelelahan fisik. Pada menit ke-90+6, Hokky Caraka melakukan manuver cepat dengan menggiring bola ke area berbahaya sebelum melepaskan umpan silang matang kepada Aleksa Andrejic. Andrejic tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan sukses menjaringkan bola ke gawang Nadeo Argawinata, yang sekaligus mengunci kemenangan dramatis 3-2 bagi Pendekar Cisadane.

Kekalahan ini memberikan evaluasi besar bagi Shin Tae-yong mengenai kedisiplinan pemain di menit-menit krusial. Absennya fokus di masa akhir pertandingan terbukti fatal dan meruntuhkan dominasi yang sempat dibangun Persija sejak awal musim. Persita Tangerang sendiri kini semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu tim yang patut diwaspadai di liga karena belum tersentuh kekalahan hingga pekan kelima.

Hasil pertandingan ini menjadi pengingat bagi seluruh skuad Persija bahwa peta persaingan di Super League musim ini sangat kompetitif. Kerapuhan koordinasi saat menghadapi serangan balik cepat di waktu tambahan harus segera dibenahi sebelum laga-laga berikutnya. Keberhasilan Persita memanfaatkan celah pertahanan membuktikan bahwa taktik kolektif dan konsistensi mental menjadi kunci utama dalam meraih poin penuh di tengah tekanan atmosfer pertandingan yang tinggi.