kalselupdate.id — Polda Metro Jaya mengusut secara intensif insiden penembakan yang melibatkan sesama anggota kepolisian di Markas Komando Polisi Udara dan Air (Mako Polairud), Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan seorang personel Direktorat Polisi Udara (Ditpoludara) bernama Bharatu LVVL meninggal dunia. Insiden penembakan ini diketahui terjadi pada Jumat pagi, 16 Oktober, sekitar pukul 05.30 WIB.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Guna memproses kasus tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan terduga pelaku yang juga merupakan anggota Polri berinisial AR. Terduga pelaku saat ini telah ditahan di Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Subdit Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Langkah penahanan ini diambil guna memastikan terduga pelaku dapat menjalani pemeriksaan mendalam oleh tim penyidik yang bertugas.

Jajaran Polda Metro Jaya menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam atas meninggalnya Bharatu LVVL dalam peristiwa di Mako Polairud tersebut. Pihak kepolisian menyampaikan empati setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar almarhum dan berharap pihak keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi musibah ini.

“Kami menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya salah satu anggota Polri. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.

Terkait perkembangan penanganan perkara hukum, Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa tim penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan maraton terhadap tersangka AR. Proses penyidikan intensif ini dilakukan guna menggali seluruh keterangan, mendalami motif, serta mengungkap fakta-fakta hukum secara utuh dari rangkaian peristiwa penembakan yang terjadi di lingkungan markas kepolisian tersebut.

Polda Metro Jaya menjamin bahwa seluruh proses penanganan perkara akan berjalan secara profesional, objektif, serta akuntabel sesuai dengan standar operasional dan prosedur hukum yang berlaku. Pihak kepolisian menegaskan tidak ada keistimewaan dalam penanganan kasus ini dan penyidikan akan dilaksanakan secara objektif berdasarkan pembuktian materiil yang valid di lapangan.

Selain itu, Polda Metro Jaya memastikan akan menyampaikan seluruh perkembangan informasi terkini mengenai penanganan kasus polisi tembak polisi ini secara transparan kepada publik. Informasi resmi akan dipublikasikan secara berkala setelah tim penyidik menyelesaikan tahapan pemeriksaan dan fakta-fakta hukum di lapangan telah terverifikasi secara sah demi menjaga akuntabilitas penegakan hukum.