kalselupdate.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat malam dalam rangka menjamu kunjungan kerja Wakil Perdana Menteri Rusia beserta seluruh rombongan delegasinya. Pertemuan kenegaraan tersebut berlangsung dalam suasana hangat sekaligus menjadi momen penting konsolidasi dan diplomasi bilateral antara pemerintah Indonesia dan Federasi Rusia.
Kehadiran para menteri kabinet dalam pertemuan tersebut sempat memicu tanda tanya publik. Namun, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Syahganda Nainggolan memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi yang beredar di masyarakat. Syahganda menegaskan bahwa agenda di istana diselenggarakan secara khusus sebagai perjamuan resmi kenegaraan terhadap perwakilan pemerintah Rusia, bukan pesta atau perayaan hari ulang tahun.
“Tidak ada perayaan ultah tadi malam. Pertemuan tersebut murni untuk menjamu Bapak Wakil Perdana Menteri Rusia dan rombongan,” tutur Kepala Badan Komunikasi RI Syahganda Nainggolan.
Syahganda memaparkan bahwa rangkaian agenda jamuan diplomatik tersebut diisi dengan sajian kesenian berupa pertunjukan tarian tradisional daerah dari berbagai wilayah di tanah air serta makan malam bersama. Acara ini juga dimanfaatkan secara optimal oleh Presiden Prabowo untuk memperkenalkan seluruh jajaran menteri Kabinet Merah Putih secara langsung kepada delegasi tamu dari Moskow guna membuka ruang interaksi diplomatik yang lebih erat.
Selain jamuan makan malam dan pergelaran budaya, Presiden Prabowo turut menyampaikan pidato kehormatan di hadapan perwakilan pemerintah Rusia dan jajaran menteri. Dalam pidatonya, Kepala Negara mengulas kembali lembaran sejarah kemitraan kedua negara dengan menyinggung kontribusi serta jasa-jasa besar yang pernah diberikan oleh pihak Rusia, termasuk pada era Uni Soviet, kepada bangsa Indonesia pada masa lampau.
“Pidato Bapak Presiden memaparkan soal jasa-jasa Rusia dan dulu Uni Soviet terhadap Indonesia, dan penegasan bahwa Indonesia ingin menjadikan Rusia sahabat sejati,” jelas Syahganda.
Penegasan mengenai kemitraan tersebut menggarisbawahi komitmen politik luar negeri Indonesia untuk terus merawat hubungan baik antarbangsa atas dasar saling menghormati. Kehadiran jajaran menteri Kabinet Merah Putih dalam jamuan di Istana Kepresidenan Bogor ini menjadi cerminan kesiapan pemerintah dalam memperkuat kerja sama bilateral serta menjaga kesinambungan relasi persahabatan historis tersebut ke masa depan.


