kalselupdate.id — Sejumlah figur publik internasional saat ini tengah menghadapi gelombang kecaman dan seruan boikot dari masyarakat dunia. Tindakan tersebut merupakan respons atas berbagai pernyataan maupun aktivitas mereka yang dinilai menunjukkan dukungan terhadap Israel di tengah eskalasi konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina. Dampak dari kontroversi ini sangat beragam, mulai dari kritik tajam di media sosial, pembatalan agenda profesional, hingga desakan publik agar karya seni, film, maupun konser mereka dihentikan.
Aktris Gal Gadot menjadi salah satu tokoh yang paling disorot karena latar belakangnya sebagai warga negara Israel sekaligus mantan anggota militer. Sejak awal Oktober 2023, ia secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Israel melalui media sosial. Sikap ini memicu respons negatif dari kelompok pro-Palestina yang kemudian meluas hingga munculnya kampanye boikot terhadap proyek film mendatang yang dibintanginya. Fenomena serupa sebenarnya bukan hal baru bagi Gadot, mengingat ia pernah mengalami penolakan serupa pada 2017 terkait keterlibatannya dalam industri hiburan di tengah dinamika politik negaranya.
Di sisi lain, aktor Noah Schnapp yang dikenal melalui serial populer Stranger Things turut menuai kontroversi setelah beredarnya video dirinya bersama rekan-rekannya yang memegang stiker dengan pesan kontroversial pada November 2023. Video tersebut memicu kemarahan penggemar yang mengancam akan memboikot musim terakhir serial yang dibintanginya. Meski Schnapp telah memberikan klarifikasi melalui media sosial dan menyatakan bahwa pandangannya disalahartikan, serta menekankan keinginannya akan perdamaian dan keamanan bagi semua pihak, tekanan publik tetap membayangi kariernya.
Aktor sekaligus komedian Brett Gelman juga merasakan dampak nyata dari sikap politiknya. Setelah secara terbuka mengkritik pihak-pihak yang ia anggap antisemit pasca serangan Oktober 2023, sejumlah toko buku dan penyelenggara acara di Amerika Serikat membatalkan tur bukunya. Pihak penyelenggara, seperti Book Passage, menyatakan keberatan terhadap pernyataan Gelman yang dinilai kurang bijaksana, meskipun sang aktor menduga bahwa penolakan tersebut lebih didorong oleh sentimen antisemitisme yang berkembang di masyarakat.
Sementara itu, pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas terkait rencana konser musisi Israel Houghton. Konser bertajuk ‘Til The Whole World Knows Tour 2026’ yang sedianya akan digelar di Jakarta resmi tidak mendapatkan izin penyelenggaraan. Keputusan ini diambil setelah koordinasi lintas lembaga yang melibatkan Kementerian Luar Negeri hingga Kepolisian, dengan mempertimbangkan komitmen politik luar negeri Indonesia yang mendukung perjuangan rakyat Palestina.
“Setelah kami melakukan koordinasi dan mempertimbangkan aspek keamanan dalam negeri serta komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, kami berpandangan bahwa kegiatan apa pun yang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk merugikan perjuangan rakyat Palestina tidak akan diperkenankan diselenggarakan di Indonesia,” ujar Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra.
Langkah penolakan tersebut menegaskan bahwa setiap kegiatan yang berpotensi mencederai solidaritas nasional terhadap Palestina tidak akan diberi ruang di tanah air. Keputusan ini pun memastikan bahwa sang musisi tidak akan mendapatkan visa masuk ke Indonesia untuk keperluan tur konser tersebut. Kebijakan ini mencerminkan sikap konsisten pemerintah dalam menempatkan isu kemanusiaan dan perjuangan Palestina sebagai prioritas dalam kebijakan luar negeri serta keamanan dalam negeri.
Kasus lainnya melibatkan penyanyi P!nk yang mendapat kritik keras pada September 2026. Kontroversi bermula ketika ia mengkritik pernyataan rapper Macklemore yang menyuarakan dukungan terhadap Palestina dalam sebuah konser. P!nk sempat membagikan unggahan yang dinilai oleh sebagian pihak sebagai bentuk keberpihakan terhadap narasi Israel. Hal ini memicu munculnya petisi daring yang mendesak UNICEF untuk mencopot posisinya sebagai duta organisasi internasional tersebut. Meski P!nk telah memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak berniat membungkam artis lain, tekanan dari masyarakat terus mengalir sebagai bentuk protes atas sikap yang ia tunjukkan.
Secara keseluruhan, fenomena boikot terhadap figur publik ini menunjukkan betapa sensitifnya posisi para selebritas dunia dalam menghadapi konflik geopolitik. Media sosial kini menjadi medan tempur utama di mana setiap opini dan tindakan artis dapat memicu reaksi berantai yang berdampak langsung pada karier dan reputasi mereka. Meski tidak semua kasus berujung pada sanksi resmi atau pembatalan permanen, tren ini membuktikan bahwa audiens global saat ini semakin kritis dalam menanggapi sikap politik para pesohor yang mereka idolakan.


