kalselupdate.id — PT PLN (Persero) resmi melakukan pergantian pucuk pimpinan dengan menunjuk Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama menggantikan Darmawan Prasodjo. Pengumuman transisi kepemimpinan di tubuh perusahaan setrum negara ini dikonfirmasi melalui informasi resmi perusahaan pada Rabu, 14 Oktober 2026. Penunjukan ini menandai babak baru dalam manajemen strategis perusahaan listrik pelat merah tersebut dalam menghadapi tantangan transisi energi di masa depan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Suroso Isnandar bukanlah sosok baru dalam ekosistem PT PLN. Sebelum dipercaya menduduki posisi puncak, ia menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan. Pengangkatannya pada posisi direktur tersebut sebelumnya didasarkan pada Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-159/MBU/06/2025 yang diterbitkan pada 18 Juni 2025. Perjalanan kariernya di perusahaan mencakup spektrum yang luas, mulai dari pengelolaan pembangkit listrik hingga implementasi transformasi digital korporasi.

Rekam jejak pria kelahiran Klaten, 12 Agustus 1971 ini mencakup berbagai posisi strategis di lapangan. Pada kurun waktu 2019 hingga 2021, ia mengemban tugas sebagai General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi. Tak berhenti di situ, Suroso kemudian dipercaya memimpin PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali pada periode 2021 hingga 2022, sebuah posisi vital yang bertanggung jawab menjaga stabilitas pasokan listrik di wilayah dengan konsumsi energi terbesar di Indonesia.

Kompetensi Suroso dalam tata kelola perusahaan juga didukung oleh sertifikasi Qualified Risk Governance Professional (QRGP). Keahlian ini dianggap krusial bagi pemimpin perusahaan dengan skala operasional sebesar PT PLN, terutama dalam memitigasi risiko di tengah dinamika ekonomi dan tantangan energi global. Latar belakang pendidikan Suroso pun sangat relevan dengan tanggung jawab yang diembannya, di mana ia merupakan seorang insinyur elektro berpengalaman.

Suroso menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung pada 1994 dengan spesialisasi Power System Engineering. Ia kemudian melanjutkan studi ke University of Abertay dan meraih gelar Master of Science di bidang Power System Engineering and Management pada 1999. Puncaknya, pria berusia 55 tahun ini berhasil menuntaskan pendidikan doktoral di bidang Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung pada 2025 lalu.

Transisi kepemimpinan ini diharapkan mampu membawa keberlanjutan bagi proyek-proyek strategis nasional, khususnya di sektor energi baru terbarukan. Dengan kombinasi pengalaman operasional yang matang, latar belakang pendidikan yang mendalam, serta pemahaman akan manajemen risiko yang tersertifikasi, Suroso dinilai memiliki profil yang mumpuni untuk melanjutkan transformasi perusahaan. Publik kini menanti langkah-langkah strategis selanjutnya di bawah kepemimpinan baru untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga secara optimal.