kalselupdate.id — Dewa United berhasil meraih kemenangan krusial atas Persija Jakarta dengan skor tipis 2-1 pada laga lanjutan pekan kedelapan Super League 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Banten International, Serang, pada Sabtu (31/10) tersebut, menjadi panggung bagi Taisei Marukawa yang tampil sebagai penentu kemenangan bagi tim tamu.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persija Jakarta yang bertindak sebagai tuan rumah sebenarnya tampil lebih percaya diri di hadapan pendukungnya. Tim asuhan Shin Tae Yong ini menerapkan pola 4-4-2 yang sangat rapi, sehingga memungkinkan Macan Kemayoran mendominasi ritme permainan dan menguasai lini tengah sejak menit-menit pertama pertandingan dimulai.
Dominasi tersebut langsung membuahkan hasil manis ketika pertandingan baru berjalan empat menit melalui skema serangan yang terukur. Berawal dari kemelut di depan gawang hasil tendangan pojok yang dilepaskan Chang Hoon Kwon, Rayhan Hannan berhasil menyambar bola liar dan merobek jala Dewa United untuk membawa Persija unggul cepat dengan skor 1-0.
Keunggulan satu gol tidak membuat Persija mengendurkan serangan, bahkan mereka hampir menggandakan kedudukan pada menit ke-13 melalui aksi Ivan Mamut. Namun, perayaan gol tersebut harus terhenti setelah wasit menganulir gol tersebut melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR) karena adanya indikasi pelanggaran offside dalam proses terjadinya gol tersebut.
Tertinggal satu gol memaksa Dewa United untuk keluar dari tekanan dan mulai membangun serangan balik yang lebih terorganisir ke lini pertahanan lawan. Bek muda Dewa United, Alfharezzi Buffon, nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-35 melalui sepakan keras dari luar kotak penalti, meski bola masih melebar tipis di sisi kiri gawang yang dijaga Nadeo Argawinata.
Upaya keras anak asuh Dewa United akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-42 melalui skema bola mati yang dieksekusi dengan sangat efektif. Berawal dari tendangan bebas Edo Febriansyah, bola lambung yang dikirimkan ke kotak penalti berhasil disambar dengan tandukan keras oleh Denilson Junior yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Nadeo Argawinata.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum, memberikan waktu bagi kedua pelatih untuk mengevaluasi strategi masing-masing guna menghadapi babak kedua. Pertandingan yang semula didominasi Persija mulai bergeser menjadi lebih terbuka, di mana kedua kubu saling jual beli serangan dengan intensitas yang semakin meningkat seiring berjalannya waktu pertandingan.
Memasuki babak kedua, ketegangan di lapangan semakin memuncak yang berujung pada keluarnya kartu merah untuk pemain Persija Jakarta pada menit ke-65. Dony Tri Pamungkas harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu kuning kedua akibat melakukan pelanggaran keras terhadap rekannya di Timnas Indonesia, Rafael Struick, yang sedang melakukan akselerasi.
Bermain dengan sepuluh orang membuat Persija Jakarta kesulitan untuk mempertahankan keseimbangan permainan, sehingga Dewa United mulai memegang kendali penuh atas jalannya laga. Pelatih Dewa United kemudian melakukan pergantian taktis dengan memasukkan Taisei Marukawa untuk menambah daya gedor di sektor sayap guna membongkar pertahanan Macan Kemayoran yang mulai kelelahan.
Masuknya pemain asal Jepang tersebut terbukti menjadi keputusan yang tepat karena Marukawa terus memberikan ancaman nyata bagi barisan belakang Persija yang pincang. Pada menit ke-85, Taisei Marukawa berhasil mencetak gol pembalik keadaan setelah lolos dari kawalan pemain bertahan lawan dan melepaskan tembakan keras tepat di muka gawang yang tidak mampu dibendung.
Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan oleh wasit, skor 2-1 untuk keunggulan Dewa United tetap tidak berubah bagi kedua tim. Hasil ini membuat Dewa United kini menempel ketat di peringkat kedua klasemen sementara dengan perolehan 17 poin, hanya terpaut satu angka dari Persija Jakarta yang masih bertahan di posisi puncak dengan 18 poin.
Kekalahan ini menjadi evaluasi besar bagi Persija yang sempat mendominasi di awal laga namun harus kehilangan poin akibat kekurangan jumlah pemain di sisa laga yang krusial. Sebaliknya, kemenangan ini membuktikan ketangguhan mental Dewa United dalam menghadapi tekanan dan memanfaatkan momentum keunggulan jumlah pemain untuk mengamankan poin penuh di laga tandang.


